ASN Ikut Pilkada Wajib Ajukan Pengunduran Diri

Muhammad Musa’ad (gratianus silas/cepos)

JAYAPURA- Asisten Bidang Perekonomian dan Kesra Sekda Papua, Muhammad Musa’ad mengatakan, hingga kini belum ada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua yang mengajukan pengunduran diri sebagai ASN,  untuk mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

“Sesuai aturan, jika mengajukan diri sebagai calon kepala daerah dalam Pilkada, maka harus mengajukan surat resmi ke pemerintah, untuk kemudian diproses. Walaupun pemberhentian baru dilakukan saat yang bersangkutan ditetapkan menjadi calon dalam Pilkada,” ungkap Muhammad Musa’ad, Senin (10/8) lalu.

Seperti diketahui, dalam Putusan Perkara No. 41/PUU-XII/2014, Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan pengujian Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2015 tentang Aparatur Sipil Negara (UU ASN), yang mana MK menilai, demi memenuhi tuntutan kepastian hukum yang adil, maka pengunduran diri ASN dilakukan bukan pada saat mendaftar, tapi pada saat yang bersangkutan telah ditetapkan secara resmi sebagai calon oleh penyelenggara pemilihan.

Namun, Musa’ad juga mengingatkan ASN di tingkat kabupaten/kota, khususnya yang ingin mengikuti Pilkada, harus taat asas dan aturan.

Bagi ASN yang ingin mencalonkan diri sebagai kepala daerah dalam perhelatan Pilkada 2020, jika sudah memenuhi syarat, maka harus melaporkan diri dan mengajukan surat ke pemerintah daerah untuk pensiun dini sebagai ASN.

“Sebaliknya, kalau sembunyi-sembunyi, akan ada sanksi. Bahkan dapat diberhentikan secara tidak hormat. Oleh sebab itu, harus taat asas, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tandasnya. (gr/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *