Calon Bintara Tanamkan Kesadaran Diri

Para peserta mengikuti upacara pembukaan program pelatihan Polri Polda Papua gelombang ke IV dan sosialisasi pelatihan revolusi mental TA 2020 Polda Papua di Aula Elsama Numberi SPN Polda Papua, Senin (10/8) kemarin. (Elfira/Cepos)

JAYAPURA- Upacara pembukaan program pelatihan Polri Polda Papua gelombang ke IV dan sosialisasi pelatihan revolusi mental TA 2020 Polda Papua dibuka langsung Ka SPN Polda Papua Kombes Pol. Taufik Irpan Awaluddin di Aula Elsama Numberi SPN Polda Papua, Senin (10/8)

Ka SPN Polda Papua Kombes Pol. Taufik Irpan Awaluddin mengatakan, program pelatihan ini dilaksanakan sesuai dengan petunjuk Kapolri melalui kalemdiklat Polri dengan bertujuan untuk dapat menciptakan kualitas sumber daya manusia Polri yang senantiasa siap operasional di lapangan.

“Dibutuhkan suatu sistem pelatihan yang terarah terpadu sejalan dengan kebijakan pimpinan Polri dalam rangka pembinaan kekuatan personil, khususnya peningkatan kualitas dan profesionalisme di lembaga Pendidikan,” ucap Ka SPN.

Dikatakan, SPN Polda Papua pada gelombang keempat ini melaksanakan tiga program pelatihan yaitu peningkatan kemampuan tenaga pendidik, peningkatan kemampuan tenaga pengasuh dan sosialisasi pelatihan revolusi mental dengan jumlah peserta 75 orang.

“Menjadi seorang pendidik maupun pengasuh untuk calon anggota Polri tidaklah mudah harus mengikuti perkembangan zaman yang ada di era reformasi, sekarang ini dibutuhkan aktif policing yang lebih mengedepankan tindakan pre-emtif dan preventif sehingga Kamtibmas dapat ditekan semaksimal mungkin dan penegakan hukum dilakukan semaksimal mungkin,” ungkapnya.

Dirinya juga mengingatkan calon Bintara Polri untuk tanamkan kesadaran diri bahwa profesi kepolisian yang saudara pilih merupakan wujud pengabdian yang mulia kepada masyarakat bangsa dan negara. Sehingga tingkatkan kecintaan dan kebanggaan sebagai anggota Polri dengan memberikan pengabdian serta karya yang terbaik. “Yang terpenting meningkatkan disiplin dan loyalitas yang tinggi juga menaati segala aturan yang berlaku di lembaga Pendidikan,” tegasnya. (fia/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *