Futsal PON Papua Keluhkan Peralatan Latihan

Pemain Futsal PON Papua saat mengikuti latihan di lapangan Futsal Mutiara Hitam, Polimak, Jayapura, Senin (10/8). (Erik / Cepos)

JAYAPURA – Bila sebelumnya Sepak Bola PON Papua mengeluhkan peralatan latihan yang diberikan KONI Papua tidak sesuai harapan. Kali ini  keluhan yang sama disampaikan pelatih kepala Futsal PON Papua, Daud Henri Arim yang mengeluh dengan peralatan latihan yang mereka terima dari KONI Papua melalui Bidang Sarpras.

Menurut Arim, peralatan yang mereka terima tidak sesuai dengan apa yang mereka ajukan sebelumnya. Bahkan beberapa peralatan latihan mereka tak sesuai dengan peralatan latihan Futsal pada umumnya.

“Peralatan yang kami terima dari KONI bidang Sarpras, memang diluar yang kami harapkan. Semua perlengkapan tidak sesuai apa yang kami butuhkan,” ungkap Arim kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di sela-sela latihan timnya, di lapangan Futsal Mutiara Hitam, Polimak, Jayapura, Senin (10/8).

Cabor Futsal sendiri menerima 6 item peralatan latihan, tapi dari beberapa peralatan latihan tersebut, kata Arim, kebanyakan tak jauh dari ekspektasi.

“Sepatu sendiri tidak sesuai uang kita pesan, dan juga tidak sesuai dengan nomor kaki pemain, banyak pemain yang justru tidak memakai sepatu itu. Agility poles pun tidak sesuai dengan lapangan Futsal, karena itu khusus untuk lapangan Sepakbola,” ujar Arim.

Tak hanya itu, beberapa peralatan latihan yang mereka usulkan pun tak dipenuhi oleh KONI, termasuk rompi dan Marker. Meski begitu, Arim tetap berusaha memaksimalkan peralatan yang ada. Termasuk menyulap agility poles sepakbola menjadi agility poles futsal.

“Tapi ya sudah, kami sudah terima biar sudah terpaksa kami pakai saja. Sebab bila kami tunggu lagi, atau kembalikan, kapan lagi baru kita terima,” cetus Arim.

“Kami sesuaikan saja, dan untuk agility poles kami sudah akali, membuatkan tempatnya untuk bisa dipakai di lapangan Futsal. Memang banyak kekurangan yang kami lihat, tapi kami tetap maksimalkan dengan baik,” sambungnya.

Tapi soal bola, mantan pemain Persipura Jayapura itu mengapresiasi kualitas bole tersebut. Menurutnya, bola tersebut juga digunakan oleh para atlet Pelatnas.

“Bola cukup baik, karena bola itu juga dipakai oleh Timnas, tapi yang lainya dibawah kualitas tapi kami akan menyesuaikan apa yang diberikan. Kalau bisa, saat pengadaan lagi donor bisa dilibatkan, karena kalau orang yang tidak tau dan mengerti, pasti tidak akan sesuai. Kalau bisa libatkan cabor untuk belanja,” tandasnya. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *