Bagikan16.500 Masker, Belajar di Sekolah Mulai Dibuka 

Bupati Keerom Muh Markum bersama Ketua DPRD Keerom Bambang Mujiono saat memasangkan masker kepada siswa di Grande Hotel Arso II, Senin (10/8). (Noel/Cepos)

KEEROM-Pemerintah Kabupaten Keerom melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kab Keerom mulai membuka  isolasi Pandemi Covid-19 dengan ditandai penyerahan 16.500 masker bagi pelajar tingkat SD, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK di Kabupaten Keerom, yang dipusatkan di Grande Arso II, Senin (10/8).

  Menurut Bupati Markum, sesuai petunjuk pemerintah pusat, maka Pemkab Keeroma kan menyiapkan peraturan terkait situasi dan kondisi terhadap pencegahan penyebaran Covid-19 di Keerom. Dimana langkah awal, Pemkab Keerom membuka isolasi selama 6 bulan, untuk kegiatan belajar mengajar di sekolah dibuka secara bertahap.

  “Dari 11 Distrik se- Kabupaten Keerom, Pemerintah Kab Keerom akan menguji coba di empat Distrik  bahwa pembelajaran dilakukan sistem daring atau non tatap muka. Dari 4 Distrik yang melakukan pembelajaran sistem daring yaitu, Distrik Arso, Distrik Arso Barat, Manem dan Skanto,”ujar Markum.

   Sedangkan pembelajar dengan system tatap muka ada di berlakukan di 7 Distrik diantaranya, Distrik Arso Timur, Waris, Senggi, Yafi, Web, Kesenar dan Distrik Towe.

Untuk itu Bupati mengharapkan bagi seluruh para kepala sekolah maupun guru yang ada di Kabupaten Keerom dapat berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Keerom.  “Tetap mengutamakan Protokol Kesehatan. Sesuai rugulasi bahwa Dana Bantuan Sekolah (BOS) dapat digunakan penanganan Covid- 19,”jelasnya.

   Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab Keerom, Drs. Bambang Suhartawan, M.MT mengatakan, pembukaan Isolasi Covid- 19 sekaligus pembukaan proses belajar- mengajar di Kab Keerom Tahun ajaran 2020-2021.  Dengan dibukanya proses belajar- mengajar di Kab Keerom, pemda Kab Keerom menyediakan 16.500 Masker bagi siswa maupun tenaga pendidik yang ada di Kab Keerom.

  “Semua itu untuk mencegah penyebaran Covid- 19 dan pembagian Masker ini merupakan wujud kepedulian dari Pemerintah Kabupaten Keerom,”ujar Bambang. (oel/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *