Kasus Positif dan Sembuh Bertambah

dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K)

Adaptasi New Normal, Jadwal Penerbangan Ditambah

JAYAPURA – Berdasarkan data terbaru dari Satgas Covid 19 Provinsi Papua, kasus positif baru di Papua kembali mengalami peningkatan, Minggu (9/8) kemarin.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K)., mengatakan, terjadi penambahan 21 kasus positif baru.

Penambahan tersebut menurut dr. Sumule berasal dari Kota Jayapura sebanyak 7 kasus, Mimika dengan 9 kasus, Kabupaten Jayapura 3 kasus, dan Merauke dengan 2 kasus.

Sekalipun tidak begitu signifikan, penambahan kasus yang menunjukan bahwa masih adanya Covid-19 di tengah-tengah masyarakat. Sehingga protokol kesehatan masih perlu untuk diperhatikan masyarakat pada umumnya sebagai salah satu langkah yang bertujuan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Papua.

Selain itu, dr. Sumule juga mengonfirmasi penambahan kasus sembuh di Papua. Adapun, sebanyak 30 kasus sembuh, yang mana di antaranya 12 kasus di Kota Jayapura, 7 kasus di Mimika, 1 kasus di Kabupaten Jayapura, 4 kasus di Keerom, 3 kasus di Jayawijaya, dan 3 kasus di Sarmi.

“Dengan penambahan kasus sembuh ini, apresiasi kami diberikan bagi seluruh petugas kesehatan di masing-masing kabupaten/kota, sehingga 30 pasien dapat dinyatakan sembuh dari Covid,” tuturnya.

Tidak hanya itu, dr. Sumule juga memberikan apresiasinya kepada seluruh petugas kesehatan di Papua, mulai dari petugas surveilans, dokter, paramedis, penunjang medis, hingga petugas laboratorium yang bekerja dengan semaksimal mungkin dalam penanganan Covid-19 di Papua.

Dengan catatan ini, maka diketahui bahwa kasus positif secara kumulatif mencapai 3.172 kasus. Dari jumlah tersebut, 1.259 pasien masih dalam perawatan, 1.878 kasus sembuh, 35 kasus meninggal dunia, 3.035 kontak erat, 312 suspek, dan pemeriksaan PCR/TCM yang telah mencapai 31.728 sampel.

Sementara itu, memasuki masa adaptasi new normal ini, Pemprov Papua melakukan penambahan jadwal penerbangan pesawat dari dan keluar Papua yang sebelumnya dua kali seminggu menjadi tiga kali seminggu.

Penambahan jadwal penerbangan ini mendapat respon positif dari pihak maskapai dalam hal ini Garuda Indonesia dan Lion Group.

Sales Marketing Manager Garuda Indonesia Cabang Jayapura,  Radhitya Prastanika mengatakan  untuk Garuda Indonesia tetap mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Untuk itu penerbangan Garuda Indonesia akan selalu menyesuaikan aturan pemerintah.

“Rute terbang kami juga sesuai dengan rute yang ditentukan oleh pemerintah, yakni Jakarta- Makasar- Biak – Jayapura PP 3 kali seminggu. Pastinya ini memberikan dampak yang positif juga bagi kami, yang mana tadinya hanya 2 kali, sekarang sudah 3 kali. Pastinya dengan adanya penambahan jadwal ini juga memberikan kemudahan bagi para penumpang,” ungkap Radhit kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (8/8).

Diakuinya, dengan penambahan penerbangan, pelayanan penumpang tetap dilayani sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditentukan. Termasuk  persyaratan penerbangan juga harus tetap dipatuhi oleh semua penumpang, baik itu peraturan penerbangan dari pemerintah pusat mapun Pemerintah Provinsi papua.

“Pada dasarnya kami selalu mengikuti setiap kebijakan dari pemerintah. Bahkan kami juga mengimbau setiap calon penumpang untuk dapat melaksanakan prosedur yang telah ditetapkan, karena sejauh ini kami lihat antusias masyarakat. Dalam hal menaati persyaratan penerbangan sudah berjalan dengan baik,” terangnya.

Secara terpisah, Area Manager Lion Group  Wilayah Papua, Agung Setyo Wibowo mengatakan dengan ditambahnya jadwal penerbangan bagi setiap penyedia jasa di Provinsi Papua, memberikan dampak yang sangat positif. Selain itu juga ini merupakan upaya yang dilakukan pemerintah dalam hal menuju new normal.

“Pelayanan yang kami lakukan tetap mengikuti protokol kesehatan. Untuk penerbangan Batik Air sendiri rute yang kami layani adalah Jakarta-Makasar-Timika dan Jayapura. Sedangkan untuk Lion Air rute Jayapura-Sorong dan Manado tiga kali seminggu,” terangnya.

Diakuinya, saat ini yang menjadi kendala bagi pihaknya adalah penambahan lewat Sorong dan Manado  belum bisa dilayani. Karena dari Sorong belum bisa menerima penumpang dari Manado, sehingga kemungkinan kedepannya pihaknya masih menunggu.

“Untuk rute Lion Air, Jayapura – Sorong – Manado kemungkinan belum dapat kami layani, sampai ada pemberitahuan selanjutnya,” tambahnya.

Untuk penjualan tiket, pihaknya memastikan penumpang mematuhi setiap persyaratan yang ditentukan pemerintah Provinsi Papua maupun pemerintah pusat. Dirinya berharap kedepanya pembukaan akses penerbangan bisa segera kembali normal. Agar akses masyarakat juga lebih terjangkau dan pastinya harga tiket juga akan kembali normal. (gr/ana/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *