Gugus Tugas Covid-19 Turunkan Tim

Tim pengawasan dan Pengendalian  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jayapura saat melakukan kegiatan pengendalian terhadap aktivitas masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan pada saat melaksanakan aktivitas di luar rumah. Foto ini diambil, Kamis,  (6/8).(Robert Mboik Cepos)

Untuk Mengawasi Warga yang Tidak Terapkan Prokes

SENTANI- Sampai saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 masih melakukan kegiatan pengendalian dan pengawasan terhadap aktivitas masyarakat di luar rumah.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jayapura, Khairul Lie mengatakan, Pemkab Jayapura melalui Gugus Tugas sudah menempatkan tim untuk melakukan pengendalian dan pengawasan terhadap masyarakat yang tidak menggunakan Protokol Kesehatan (Prokes) pada saat kegiatan di luar rumah atau di tempat-tempat umum.

Oleh karena itu, pemerintah melalui gugus tugas itu terus mengingatkan kepada masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan sebagaimana upaya-yang dilakukan oleh Pemkab Jayapura untuk menekan penyebaran Covid-19 ini.

“Syukur sampai hari jumlah kasus positif bisa ditekan dan jumlah pasien yang dinyatakan sembuh terus meningkat. Ini tentunya menjadi harapan kita semua supaya penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat bisa ditekan semaksimal mungkin penyebarannya,”ungkapnya.

Oleh karena itu, dia meminta kepada masyarakat yang ada di Kabupaten Jayapura maupun sekitarnya supaya wajib menerapkan protokol kesehatan. Masyarakat juga diminta untuk tidak apatis atau masa bodoh terhadap penerapan protokol kesehatan sesuai dengan yang sudah direkomendasikan oleh pemerintah dalam upaya penanganan Covid-19 ini.

“Sekarang akses media sosial ini cukup kuat di tengah masyarakat sehingga masyarakat juga dengan leluasa untuk mengakses setiap informasi. Masyarakat diminta  bijak mengakses setiap informasi. Kalau ada informasi yang yang menyesatkan sebaiknya tidak perlu diditeruskan atau dikembangkan. Covid-19 ini benar-benar nyata dan buktinya kita temukan, kita rawat dan ada yang sembuh,”paparnya. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *