7 Kandidat Vaksin Uji Coba Tahap 3

Petugas kesehatan menyuntikan vaksin kepada relawan saat simulasi uji klinis vaksin COVID-19 di Fakultas Kedoteran Universitas Padjajaran, Kota Bandung, Kamis(6/8). Simulasi tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan tenaga medis dalam penanganan dan pengujian klinis tahap III vaksin Covid-19 yang di mulai pada Selasa (11/8/2020) yang akan datang di Kota Bandung. Foto: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG

JAKARTA, Jawa Pos–Penelitian vaksin di tanah air terus dilakukan. Kamis (6/8) kemarin,  BPOM dan tim peneliti vaksin Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran melakukan Kick-Off Meeting dan Simulasi Uji Klinik Vaksin Covid-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung.

Pertemuan dilaksanakan untuk membahas rencana pelaksanaan uji klinik tahap III terhadap salah satu kandidat vaksin Covid-19 produksi Sinovac.

Kepala BPOM Penny Lukito menyampaikan bahwa uji klinik merupakan tahapan penting dalam pengembangan vaksin. Tujuannya untuk mendapatkan data khasiat dan keamanan yang valid. Tak hanya dari sisi pelaksanaan uji kliniknya, vaksin yang akan diuji juga harus diproduksi sesuai dengan standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Khusus untuk vaksin, dilakukan sertifikasi lot release oleh Badan POM untuk menjaga keamanan dan mutu vaksin tersebut.

“Mengingat mendesaknya kebutuhan terhadap vaksin Covid-19, BPOM berkomitmen untuk melakukan pengawalan pemenuhan peraturan, standar, dan persyaratan di sepanjang siklus perjalanan vaksin,” ujarnya. Perjalanan vaksin yang dimaksud mulai dari tahap pengembangan formulasi sampai distribusi obat, termasuk tahapan uji klinik tahap III ini.

Penny mengimbau kepada tim peneliti dan seluruh pihak yang terlibat untuk senantiasa memenuhi semua ketentuan yang berlaku demi kelancaran pelaksanaan uji klinik tersebut. “Aspek kehati-hatian dan ketepatan dalam pelaksanaan prosedur uji klinik ini harus menjadi perhatian bersama. Agar vaksin yang dihasilkan dapat benar-benar memberikan khasiat dengan keamanan dan kualitas yang terjamin,” tutur Penny.

Dia mengimbau agar masyarakat memberi dukungan. Salah satunya dengan menjadi relawan uji klinik.

Berdasarkan data World Health Organization (WHO) per tanggal 31 Juli 2020, terdapat 26 kandidat vaksin yang saat ini berada dalam tahap uji klinik. 139 lainnya sedang dalam tahap uji pra-klinik. Uji tersebut dilakukan dengan berbagai platform dan dilakukan di berbagai negara. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh dunia sedang bergerak dan berupaya bersama untuk mengatasi pandemi Covid-19.

Jubir Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan bahwa semua negara saat ini berlomba untuk memproduksi vaksin Covid-19. Termasuk Indonesia. ”Kami sedang bekerja keras untuk mendapatkan vaksin dalam dosis besar,” jelas Wiku kemarin (6/8).

Wiku menyebut, saat ini di seluruh dunia ada cukup banyak kandidat vaksin. 139 kandidat vaksin yang sudah masuk ke tahap pra-klinis. 25 kandidat vaksin masih berproses di uji klinis tahap pertama. 17 kandidat vaksin berada di uji klinis tahap 2.

Sementara yang terjauh, yakni berada pada tahap uji klinis tahap 3 ada 7 kandidat. Yang pertama adalah Vaksin Sinovac dari Wuhan Institute dan Sinopharm, kemudian Beijing Insitute of Biological Product yang juga kelompok dari Sinopharm. “Mereka memiliki 2 kandidat Vaksin,” jelas Wiku.   

Kandidat lain adalah BioNtech dari Fosun Pharma dan Pfizer, kemudian dari University of Oxford yang bekerjasama dengan AstraZeneca, Moderna dengan NIAID, serta dari Universitas Merlbourne dan Murdoch Children Institute Australia.

Saat ini, kandidat-kandidat vaksin tersebut sedang diberikan ke ribuan orang memastikan keamanannya, untuk mendeteksi efek samping serta keefektifannya dalam melindungi tubuh dari virus Covid-19.

Sementara itu, Satgas juga mencatat penurunan prosentase daerah dari kategori zona merah. Dari perbandingan minggu sebelumnya, Kabupaten/kota dengan zona merah berkurang dari 44 ke angka 33. Resiko sedang naik dari 160 menjadi 194. Sementara resiko rendah turun dari 178 menjadi 163.

Meski demikian, ada perhatian dari pemerintah pusat pada 8 daerah yang berada pada zona merah dan tidak membaik kondisinya selama 4 minggu terakhir. Yakni Kota Jakarta Barat dan Pusat, Kota Semarang, Kota Banjar Baru dan Tabalong, serta Kota Medan dan Deli Serdang. “Untuk sementara kami belum menerima data dari Jawa Timur,” jelas Wiku.

Selain itu, perkembangan yang mengkhawatirkan adalah 13 Kab/kota yang kondisinya memburuk dari resiko sedang ke tinggi. Di Provinsi Bali, ada Kabupaten Karangasem. Provinsi Gorontalo ada Kota Gorontalo, Gorontalo Utara dan Pahuwatu.  Jawa Barat  Kota Depok, Kalimantan Selatan Kabupaten  Hulu Sungai Tengah. Maluku Kota Ambon, Papua Kabupaten Mimika. Sulawesi Selatan Kabupaten Gowa. Sulawesi Utara Kabupaten Minahasa dan Minahasa Selatan. Sumatera Selatan Kota Prabumulih. Serta Kota Binjai di Sumatera Utara.

“Kami mohon Kepala Daerah, bupati dan walikota untuk meningkatkan penanganan Covid-1 agar status kotanya bisa membaik,” Imbau Wiku.(lyn/tau/JPG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *