Lampaui Kemegahan Senayan, Dibangun Kontraktor Lokal

Venue Tenis Lapangan yang berada di kawasan Kantor Walikota Jayapura, Kamis (6/8). Pembangunan Venue tenis ini dikerjakan oleh kontraktor Papua. (Erik / Cepos)

JAYAPURA – Hampir seluruh pembangunan venue pertandingan PON XX 2021 Papua dikerjakan oleh pihak kontraktor yang berada di bawah naungan BUMN. Tapi tidak dengan venue Tenis yang berada di Kompleks Kantor Walikota Jayapura yang dikerjakan oleh kontraktor lokal, yakni PT. Widya Satria – PT. Citra Prasasti Konsorindo.

Plt Kadisorda Papua, Alexander Kapisa melayangkan pujian kepada pihak PT Widya Satria – PT. Citra Prasasti Konsorindo yang mampu bersaing dengan pihak kontraktor BUMN.

“Mereka adalah satu-satunya kontraktor lokal dan bisa bersaing dengan BUMN, lapangannya sudah bisa dilakukan tes event,” ungkap Alexander kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di venue Tenis saat melakukan tinjauan, Kamis (6/8).

Venue yang menghabiskan anggaran APBD Provinsi senilai Rp 169 miliar itu hampir rampung, kini mencapai progres 97,3 persen untuk fisik bagunan. Ditargetkan rampung pada akhir Agustus.

Kata Alex, beberapa tantangan yang mereka hadapi saat memulai pekerjaan fisik sejak bulan November 2019 silam. Mulai dari struktur tanah, area kerja yang sempit, serta berada dalam aktifitas perkantoran, serta perubahan desain.

Tak tanggung-tangung, untuk mendirikan venue megah di atas tanah 1.000 meter persegi itu membutuhkan sekitar 800 pekerja, diantaranya 250 pekerja putra daerah.

Venue Tenis ini memiliki 7 lapangan yang berstandar Internasional, dimana 3 lapangan untuk pemanasan atau babak penyisihan, serta 4 lapangan lainnya menjadi arena pertandingan. Selain itu, Venue Tenis juga dilengkapi 2 tribun dengan kapasitas 500 penonton. Di sisi tribun juga dilengkapi dengan ruangan VIP dengan kapasitas 30 orang.

Site manager Pt. Widya Satria – PT. Citra Prasasti Konsorindo, Agung Pranata mengatakan, jika venue Tenis juga telah dilengkapi ruangan pemain, wasit, medis, media, ruang pengurus tenis, mes 4 kamar. Dan yang paling penting telah dilengkapi akses disabilitas dengan 2 lift.

Venue ini juga telah dilengkapi dengan dua lift, karena bangunannya 4 lantai, sehingga lift ini diperuntukan untuk akses disabilitas serta tamu VIP,” ungkap Agung.

Kata Agung, Venue Tenis ini pun dapat menggelar pertandingan malam hari, dimana setiap lapangan telah dilengkapi lampu sesuai standar yang telah diajukan oleh TD Cabor Tenis.

“Lampu lapangan standarnya itu 2000 lux, di sini kami pasang 2500 lux setiap lapangan. Satu lapangan kami pasang 12 lampu, jadi total lampu untuk lapangan semuanya 84 lampu,” ujarnya.

Selain itu, Agung menurutkan, sesuai kontrak kerja, pihaknya juga akan melengkapi venue dengan scoring board untuk setiap lapangan, net, serta kursi wasit. Bahkan venue Tenis Papua ini melampau kemegahan venue Tenis yang berada di senayan Jakarta, dan digadang-gadang akan menjadi terbaik di Indonesia.

Apalagi venue ini juga memiliki lapangan flexi rubber, mengalahkan lapangan Tenis GBK yang digunakan saat penyelenggaraan Asian Games lalu.

“Lapangan flexi rubber sendiri memiliki keunggulan seperti permukaan lapangan tidak licin atau anti slip dan anti mengelupas, tahan terhadap sinar UV dan hujan, sepatu dan bola tidak boros, punya daya lentur murni dari karet dan daya rekat sangat kuat, serta daya tahan lebih dari 10 tahun,” jelasnya.

“Bukan hanya itu, biaya perawatan pun ringan. Dari standar lapangan, venue ini lebih bagus, cuman untuk kelengkapan dari tribun mungkin itu yang harus ditambahkan,”

Hal yang menjadi nilai plus untuk venue ini, ialah satu-satunya lapangan Tenis yang berada diatas bagunan bertingkat. Serta berdara di atas bukit dengan latar gunung dan laut. Tak hanya itu, yang membuat venue Tenis ini terlihat mewah karena telah didesain untuk anti gempa. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *