Bulan ini Akan Tindak Tegas OKB,  Agar September Bisa Adaptasi New  Normal

Wali Kota Jayapura Dr.Benhur Tomi Mano, MM.,saat melakukan pemantauan Penerapan Protokol Kesehatan  di Saga Mall Jayapura, dalam rangka menjelang penerapan adaptasi new normal bulan September mendatang.(Priyadi/ Cepos)

Menyimak Kesimpulan Rapim Pemkot bersama Forkopimda, dan Tokoh Agama Dalam Penanganan Covid-19

Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM., telah memimpin Rapim bersama forkopimda dan OPD Pemkot Serta Tokoh agama Tentang Penanganan Covid-19 di Kota Jayapura. Lalu apa saja point pentingnya?

Laporan: Priyadi

Masyarakat Kota Jayapura sudah sangat rindu untuk bisa hidup normal tanpa ada lagi wabah Corona yang selalu menghantui masyarakat. Namun, masih ada oknum masyarakat di Kota Jayapura yang tidak mau sadar diri dan disiplin dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Jayapura, padahal pemerintah Kota Jayapura dengan berbagai langkah, strategi dan jurus dengan totalitas sudah dilakukan, mulai melakukan lockdown untuk daerah yang dianggap zona merah, pembagian masker gratis, sosialisasi pencegahan Covid-19, sweeping masker, pembatasan waktu aktivitas, dan lainnya supaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Tapi apa daya seharusnya Corona sudah bisa diatasi dengan menerapkan adaptasi kebiasaan baru seperti daerah lainnya di luar papua, malah ternyata masyarakat sendiri yang menghambatnya, sehingga pukulan telaknya masih ada pembatasan waktu, perekonomian belum bisa stabil, dan berbagai keluhan dari masyarakat semakin banyak.

Untuk itu, dalam mendorong penerapan adaptasi kebiasaan baru dalam wabah Corona, Wali Kota Jayapura  Dr Benhur Tomi Mano, MM., telah melakukan rapat pimpinan bersama Ketua DPRD Kota Jayapura, Ketua Pansus DPRD Kota Jayapura, TNI/Polri, Dansatrol, Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura, Sekda Kota Jayapura, pimpinan OPD Pemkot dan pimpinan tokoh agama se-Kota Jayapura. Berlangsung di main Hall Kantor Wali Kota Jayapura, Selasa (4/8), lalu.

  Dalam Rapim tersebut wali kota masih belum bisa menerapkan adaptasi new normal di bulan Agustus  ini, bahkan wali kota bertekad akan mengerahkan segala kemampuan di Sumber Daya Manusia di lingkungan Pemkot untuk melakukan tindakan tegas di lapangan supaya adaptasi new normal bulan September bisa dilakukan.

“Masalah kenapa selama ini kita tunda terus penerapan new normal, karena Orang Kepala Batu (OKB) di Kota Jayapura masih tinggi, mereka keluar tidak memakai masker, masih suka kumpul-kumpul dan tidak melakukan protokol kesehatan, sehingga kasus positif Covid-19 masih tinggi. Namun kita komit selama satu bulan ini akan lakukan penindakan secara tegas di lapangan, supaya bulan September sudah bisa diterapkan adaptasi new normal,’’katanya dalam memimpin Rapim itu.

Dijelaskan, wali kota juga minta kepala distrik, kepala kelurahan jangan kerjanya hanya tidur alias tidak mau turun di lapangan mengecek kondisi daerahnya karena dari 5 distrik dan 25 kelurahan semua sudah zona merah, banyak warga yang terpapar Corona. Oleh sebab itu, wali kota minta kadistrik, kepala kelurahan, melakukan komunikasi, koordinasi dengan Ketua RT/RW setempat, untuk terus melakukan himbauan kepada warganya, jika ada warga yang masih malas tahu tentu bisa diberikan teguran.

Wali Kota juga minta di tingkat RT/RW harus dibuat pemuda relawan Covid-19 sehingga dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 bisa gampang, cari pemuda yang mau bekerja dengan ikhlas untuk direkrut menjadi relawan Covid-19, mereka bisa membantu pemerintah dalam mensosialisasikan untuk memutus Covid-19. (*/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *