Bukan Jamannya Demo dengan Pemaksaan

Yunus Wonda (gamel/ cepos

JAYAPURA  – Wakil Ketua I DPR Papua, Dr Yunus Wonda menilai bahwa aksi demo di Uncen dengan pesan menolak Otsus yang kemudian terjadi insiden rektor Uncen Dr Ir Apol Safanpo diberi kartu merah oleh oknum mahasiswa  berinisial LK adalah sikap yang tak terpuji. Tidak sepatutnya seorang mahasiswa bertindak over dengan melakukan hal tersebut. Harusnya kata Yunus Wonda, mahasiswa memiliki pemikiran yang cerdas dan mampu menempatkan diri. Jangan hanya karena emosi atau kejengkelan akhirnya melakukan hal – hal yang tak patut.

“Saya mau sampaikan kepada mahasiswa siapa saja jika mau demo harusnya beretika menjaga kesopanan agar orang juga respect. Tidak bisa demo dengan kekerasan dan  akhirnya orang tidak simpati apalagi sambil memaksakan kehendak.  Lakukan demo dengan santun dalam menyampaikan pendapat,” beber Yunus Wonda, Rabu (5/8). Selain itu kata dia, suka tidak suka hari ini rektor Uncen merupakan anak asli Papua dan harus dihargai. Siapa lagi yang mau menghargai pemimpin ketika masyarat Papua sendiri tidak mau menghargai.

Yunus menegaskan bahwa salah jika melakukan aksi demo dengan cara – cara kekerasan sebab itu tidak akan bisa menyelesaikan persoalan. “Sikap memberi kartu merah, itu salah. Tidak tepat sebab rektor tidak bersalah.  Saya meyakini karena ia anak Papua maka ia hadir di tengah pendemo sehingga seharusnya ini bisa dihargai,” jelasnya. Tak hanya itu, lanjut Yunus saat ini bukan jamannya demo sporadis kemudian memaksakan kehendak. Akan lebih bijak jika mahasiswa  menyapaikan aspirasi dengan cara yang cerdas, dengan cara yang ilmiah.

“Mengapa tidak melakukan seminar yang justru membuka wawasan. Membedah kajian akademik termasuk jika itu soal Otsus itu juga diseminarkan. Tidak semuanya harus dilakukan dengan demo kemudian memaksa. Kalau dilakukan dengan ilmiah saya pikir ini jauh lebih baik dan pastinya akan direspon dengan baik. Tapi kalau dengan kekerasan pasti terjadi benturan,” pungkasnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *