SMK YPK Laharoi Siap Buka Program Keahlian Baru di Papua

Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait, S.T, M.Si bersama dengan Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu, M.Th dan Ketua YPK Provinsi Papua, Dr. Nomensen Mambraku, M.Pd, saat meletakkan batu pertama pembangunan SMK YPK Laharoi Kotaraja Distrik Abepura Kota Jayapura, Selasa (4/8) kemarin.(Yewen/Cepos)

Kemarin Peletakan Batu Pertama Pembangunan SMK YPK Laharoi

JAYAPURA- Dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Papua, terutama di bidang kejuruan, maka Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait, S.T, M.Si bersama Ketua BPAM Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu, M.Th dan Ketua YPK Provinsi Papua, Dr. Nomensen Mambraku, M.Pd meletakkan batu pertama pembangunan SMK YPK Laharoi Kotaraja Distrik Abepura Kota Jayapura, Selasa (4/8).

Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait mengatakan, YPK sendiri sudah mempunyai fasilitas pendidikan yang luar biasa. Hal ini bisa dilihat dari mulai PAUD, TK, SD, SMP, sampai SMA dan sekarang akan dibangun SMK.

“Hal ini penting, sehingga anak-anak sekolah nanti ada banyak pilihan. Apalagi GKI di tanah Papua ini cukup besar dengan sarana pendidikan yang ada di mana-mana, sehingga dengan adanya SMK tentu akan semakin kuat kedepan,” katanya.

Sohilait mengatakan, pihaknya dari Pemerintah Provinsi Papua memberikan dukungan yang luar biasa, sehingga pihaknya akan membantu dari Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk dilakukan pembangunan gedung SMK YPK Laharoi ini.

Senada dengan itu, Kepala Seksi Kurikulum Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Drs. Maks Karu menjelaskan bahwa SMK YPK Laharoi ini kedepan akan dibangun 6 ruangan yang diseting berlantai dua.

“Konsepnya kita akan membuka program keahlian baru yang sudah kita desain kerja sama industri. SMK YPK Laharoi nanti membuka program keahlian yang langka dan orang Papua belum punya porsi di sana, yaitu Manajemen Logistik, Teknik Rekayasa, dan Akomodasi Perhotelan,” jelasnya.

Maks mengatakan, untuk proses perekrutan dan penerimaan siswa sendiri di SMK YPK Laharoi sendiri akan dilakukan pada tahun ajaran 2021/2022 dengan sistem perekrutan siswa menggunakan wilayah, karena mengingat YPK mempunyai Persekolahan Wilayah (PSW), maka akan direkrut dari sana, baik yang ada di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

“Satu program akan memuat kurang lebih 30 siswa, berarti setiap wilayah kita akan rekrut sekitar 3-5 anak yang direkrut sesuai kompetensi dan latar belakang anak itu inginkan. Inilah yang akan kita lakukan kedepan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu, M.Th mengatakan bahwa sampai hari ini jika berbicara mengenai pekabaran Injil dan pendidikan merupakan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. “Kita mengerjakan pendidikan itu sama saja kita sedang mengejarkan Pekabakaran Injil, pemberitaan injil dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) melalui SMK YPK Laharoi ini,” ujarnya.

Mofu mengajak seluruh pimpinan gereja dan yayasan untuk satu hati dan satu pikiran serta tidak boleh berbeda pendapat, sehingga bisa bersama-sama saling mendukung dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia (SDM) melalui YPK di tanah Papua. (bet/dil/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *