Sertifikasi Venue Terus Dikebut

Venue Istora Papua Bangkit yang menjadi tempat pertandingan PON 2021 Papua. (Erik / Cepos)

JAYAPURA – Pemerintah Pusat melalui Kementrian PUPR benar-benar serius menyiapkan venue pertandingan cabang olahraga pada pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 Papua mendatang.

Tak tangung-tangung, Inpres mendukung percepatan persiapan Papua sebagai tuan rumah dua kali diterbitkan. Setidaknya ada 7 venue yang tertuang dalam Inpres PON, yakni Aquatic, Istora, Cricket, Hockey, Panahan, Sepatu Roda, dan Dayung.

Tidak hanya asal bangun, tapi semua venue tersebut dilengkapi dengan fasilitas berstandar internasional sesuai federasi cabang olahraga masing-masing venue.

Untuk venue Aquatic, Istora, Cricket dan Hockey kini hampir rampung 100 persen. Bahkan Aquatic sendiri telah mendapatkan sertifikasi berstandar FINA. Hockey Indoor pun saat ini dalam tahap proses sertifikasi International Hockey Federation (FIH).

Selain itu, venue Sepatu Roda dan Dayung juga nantinya akan disertifikasi sesuai federasi internasional cabang olahraga masing-masing.

Kepala satuan kerja pelaksanaan prasarana permukiman wilayah II Prov Papua, Anggoro Putro, ST, MSc mengatakan, untuk venue Cricket, Panahan dan Istora tidak memerlukan sertifikasi.

“Cricket, Panahan, tidak di sertifikasi. Istora juga tidak karena hanya dipakai untuk cabang olahraga senam. Tapi Istora nanti sertifikasi untuk rekor muri saja. Tapi Sepatu Roda dan Dayung nanti disertifikasi bila pekerjaanya sudah selesai,” ungkap Anggoro kepada Cenderawasih Pos saat dihubungi via telepon selulernya.

Untuk Istora Papua Bangkit digadang-gadang mengalahkan kemegahan Istora GBK. Sehingga tak heran bila Istora Papua Bangkit akan memecahkan rekor muri dengan konstruksi rangka atap pipa baja dome dengan bentangan terpanjang di Indonesia.

Faris Haqqul Anwar selaku staf teknik PT. PP yang mengerjakan pembuangan Istora Papua Bangkit menyebutkan, jika bangunan yang berada di sisi kanan Stadion Papua Bangkit ini juga memiliki field of play 3.600 meter persegi, lebih luas dari pada Istora GBK.

“Bentang dome-nya yang merupakan struktur baja dengan bentang 80 meter, kita sudah daftrakan di MURI nantinya setelah proses bangunan selesai dan pandemi Covid-19 mereda, mereka dari MURI akan hadir disini,” ungkap Faris kepada Cenderawasih Pos saat ditemui dikawasan venue, Jumat (30/7).

Uniknya, Istora yang memiliki daya tampung 8.000 kapasitas itu juga menggambarkan budaya Papua. Bila dilihat dari luar, desain Istora Papua Bangkit memiliki kemiripan dengan rumah Honai, rumah adat Papua pada.

Diketahui, progres pembagunan venue Sepatu Roda, Panahan dan Dayung merupakan tiga venue dalam satu paket Inpres PON nomor 1 tahun 2021 yang kini mencapai progres 22 persen.(eri/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *