Bentengi Diri dari Covid-19, Olahraga Teratur Sangat Dianjurkan

Setelah mengayuh sepedanya, dua orang Tengah berisirahat sejenak sambil menikmati pemandangan di kawasan pantai Dok 2 (Erik/cepos)

Masyarakat Mulai Gemar Berolahraga di Akhir Pekan, Apa Kata Praktisi Olahraga?

Sejak tak lgi dilakukan Pembatasan Sosial Diperketat dan Diperluas (PSDD), dan sedang menuju dalam era New Normal, masyarakat mulai gemar berolahraga di ruang terbuka, entah jogging, jalan santai, atau bahkan bersepeda, mengapa hal ini bisa booming? Apa kata praktisi olahraga?

Laporan: Eriyanto

Kawasan Dok II Jayapura yang selalu menjadi spot primadona masyarakat setiap pagi dan sore hari terutama di waktu weekend,  untuk berolahraga.

  Ya, memang kawasan Bangku Panjang atau yang biasa disebut Kupang dinilai merupakan tempat terbaik  pasalnya bisa daerah tersebut selalu menjadi tempat untuk beraktifitas bersama teman, keluarga, atau komunitas. Kendati tak seramai sebelum pandemi Corona, namun tempat tersebut cukup untuk berolahraga ringan

Selain rute Jembatan Merah (Youtefa), rute Pantai Dok II juga menjadi salah satu rute favorit bagi pesepeda. Saat matahari mulai memancarkan sinarnya, kelompok remaja silih berganti melintas dengan santai bergowes (bersepeda).

Ya, Sejak Pembatasan Sosial Diperketat dan Diperluas (PSDD) di terapkan di Kota Jayapura, sekolah diliburkan, kampus, perkantorakan diliburkan. Banyak orang jenuh, menghirup udara segar dengan bersepeda jadi pilihan banyak orang saat ini.

Dari sekian pilihan olahraga, bersepeda memang salah satu olahraga yang terbilang menerapkan protokol kesehatan. Bersepeda menghindari kerumunan juga kontak dengan orang lain atau social distancing. Terlebih bersepeda memiliki manfaat bagi kebugaran tubuh. “Saya hanya bertiga dengan saudara dan anak saya, kami mulai gowes dari Kotaraja melewati ring road kemudian ke pantai Dok II di sini,” ungkap Ismail sambil menunjuk salah satu kursi di pantai itu.

Sambil mengambil nafas panjang, dan merebahkan kakinya di bibir pantai. Warga Kotaraja itu menceritakan bila ia rutin melakukan gowes dua kali seminggu. “Biasanya hari Sabtu, kalau tidak hari Minggu dan Rabu sore,” ujar Ismail sambil meneguk air yang ia sudah sediakan di sepedanya.

Tak hanya kelompok Ismail, tapi juga terlihat beberapa kelompok pesepeda yang singgah sejenak untuk mengabadikan senja pantai Dok II.  Serasa telah menemukan kembali kekuatan barunya usai melakukan istirahat sekitar 20 menit, Ismail dan kelompoknya pun kembali mengayuh pedal sepedanya untuk kembali ke arah Kotaraja.

Daniel Womsiwor, Ahli Fisiologi Ilmu Keolahragaan Uncen menyarankan, dengan kondisi seperti ini, masyarakat sudah harusnya selalu menyempatkan diri untuk berolahraga. Ia menyarankan untuk berolahraga di pagi hari.

“Selain bahan makanan yang kita konsumsi, seperti karborhidrat, vitamin dan mineral kita juga butuh oksigen. Diasarankan semua masyarakat di tengah Pandemi jangan memilih pasif di rumah tapi manfaatkan berolahraga di pagi hari,” ucap Daniel saat dihubungi via telepon selulernya.

“Dengan sinar matahari yang menghasilkan vitamin D, oksigen di pagi hari juga sehat aman dari polusi, mencari tempat-tempat aman atau alam yang rindang agar menghirup oksigen yang dingin,” sambungnya.

Khusus untuk olahraga bersepeda, Daniel menyarankan agar tidak terlalu memforsir saat melakukan gowes. Menurutnya, untuk tidak mudah terpapar virus corona maka tubuh membutuhkan tubuh yang bugar. “Untuk pagi hari, bagi yang bersepeda baiknya dengan durasi 30 – 60. Di atas jam 12 waktunya cukup 20 menit, untuk menghindari dehidrasi atau kekeringan. Bersepeda bukan soal kecepatan, tapi bagaimana manfaat olahraganya,” jelasnya.

Menurut Daniel, olahraga bersepeda tak selamanya wajib menggunakan masker. Sebab, bersepeda merupakan olahraga yang secara otomatis menjaga jarak dan menghindari tempat kerumunan.

“Pakai masker itu wajib, tapi untuk bersepada dengan sendirinya mereka sudah jaga jarak. Mereka juga tidak berkerumun, lagi pula tubuh juga butuh oksigen yang segar. Paling penting jaga kondisi saat bersepeda. Minum cukup air dan cairan, jangan sampai dehidrasi,” sebut pria yang juga sebagai dosen uncen itu.

Daya tahan tubuh yang kuat menjadi salah satu benteng menghadapi virus corona atau Covid-19. Olahraga teratur menjadi cara untuk menjaga kesehatan, kebugaran, dan daya tahan tubuh.

Dokter tim Persipura Jayapura, Benny Surapatty juga menambahkan, ada banyak olahraga yang dapat dilakukan di rumah bagi masyarakat yang tidak memiliki waktu banyak berolahraga di luar rumah. Termasuk olahraga physical excercise atau olahraga fisik untuk menjaga kebugaran.

“Boleh physical exercise, tapi dengan intensitas sedang. Beda intensitas sedang dan berat, adalah di nafas. Kalau intensitas sedang kita masih bisa bicara kalimat, kalau berat, itu nafas sudah tersengal-sengal. Kalau selama pandemi ini saya sarankan yang intensitas sedang,” ungkap dr Benny.

Selain melakukan olahraga di rumah, menurut dr Benny, melakukan olahraga di luar rumah pun tak masalah, asalkan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 seperti Physical Distancing.

“Agak susah memang untuk melakukan olahraga di luar rumah dengan kondisi seperti ini, karena masyarakat di Kota Jayapura sendiri masih banyak yang cuek dengan bahaya dari virus ini. Jadi jika masih bisa olahraga di rumah itu akan lebih baik,” tandasnya. (*/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *