Belajar Ikhlas dari Nabi Ibrahim

Suasana Salat Idul Adha yang digelar di PTC Entrop, Jumat (31/7) pekan kemarin. Dari hikmah idul kurban ini umat Islam diajarkan untuk berkurban untuk mensucikan hartanya sekaligus menumbuhkan sikap peduli terhadap sesama. (Gamel Cepos)

Pelaksanaan Salat Idul Adha Jalankan Protokol Kesehatan

JAYAPURA – Pelaksanaan Salat Idul Adha tahun 2020 yang tak biasa ini akhirnya digelar. Di tengah pandemi covid 19 perayaan yang biasa disebut sebagai idul kurban tersebut digelar disejumlah titik salah satunya di halaman Papua Trade Centre (PTC) Entrop. Dikatakan tak biasa lantaran wajib menerapkan protokoler kesehatan yang berkaitan dengan covid 19. Para jamaah wajib datang dengan membawa sajadah dan masker. Selebihnya petugas menyiapkan alat deteksi suhu dan sarana dan cuci tangan.

Dari salat Idul Adha di lokasi PTC ini baik khotib maupun imam salat adalah kakak beradik yakni Ust H Muhammad Arham Ambo Rukka selaku imam salat dan Ust H Muhammad Asrul Ambo Rukka selaku khotib. Dari ceramahnya, H Muhammad Asrul menyampaikan bahwa umat Islam perlu belajar dari sebuah keikhlasan yang ditunjukkan nabi Ibrahim AS. Dimana kala itu Nabi Ibrahim belum memiliki keturunan dari istrinya Siti Sarah. Kemudian seizin Sarah Nabi Ibrahim kembali menikahi Siti Hajar dan dari pernikahan ini ia dikarunai seorang anak yakni Nabi Ismail padahal ketika itu Nabi Ibrahim usianya tak lagi muda.

Namun pada 8 Zulhijah ia bermimpi dan mendapat pesan untuk menyembelih anaknya. Karena ragu, iapun melakukan  puasa sunnah untuk mencari tahu kebenaran mimpi tersebut dan ternyata benar. Iapun menceritakan ini kepada  anaknya, Nabi Ismail dan ternyata Ismail tidak menolak. Ia meminta sang ayah tetap menjalankan apa pesan dalam mimpinya. Nah saat akan disembelih inilah Allah SWT menggantikan posisi Nabi Ismail dengan gibas atau hewan yang mirip  domba. Disitulah letak keikhlasan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang merelakan anaknya meski harus menunggu lama untuk bisa memperoleh anak. Sedangkan Nabi Ismail tak keberatan dirinya disembelih karena perintah Allah SWT.

“Kita diberi nikmat yang tak terhingga oleh Allah SWT namun untuk berkurban saja kadang susahnya minta ampun padahal yang diminta hanya harta, bukan seorang anak,” ujar  H Asrul.

  Sementara itu, dari pantauan Cenderawasih Pos, saat dilaksanakan salat idul adha di Masjid Baitul Hikmah Komplek SMAN 4 Jayapura di entrop, Distrik Jayapura Selatan, Jumat (31/7)lalu, di masjid tersebut telah menerapkan protokol kesehatan, mulai sebelum masuk jamaah disemprot cairan desinfektan dengan masuk di boks penyemprotan desinfektan, menggunakan masker, membawa sajadah sendiri, diatur jaraknya dan tak lupa pasti ada tempat cuci tangan dengan air dan sabun.

  Dalam khutbah salat idul adha 1441 H di Masjid Baitul Hikmah Komplek SMAN 4 Jayapura di entrop, dengan khotib Ustadz Haidar Gaffar, SH dan imamnya Ustadz Muhammad Farhan. Ustadz Haidar Gaffar, SH mengatakan umat muslim untuk selalu taat kepada Allah SWT dan kedua orang tua, seperti yang dikisahkan oleh Nabi Ibrahim AS dan putranya Nabi Ismail AS.

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw sampaikan, pelaksanaan idul adha di Tanah Papua pada Jumat (31/7) relatif aman. Hal ini tidak terlepas dari pendekatan yang dilakukan olah pemerintah dan pihak Kepolisian.

Sementara itu, pelaksanaan salat Idul Adha di lapangan Mapolda Papua yang diimami Ustadz Musta’in dan khatib Ustadz H Achmad Jaenuri, Lc,M.H yang diikuti ratusan orang diterapkan protokol kesehatan. Setiap yang datang menggunakan masker dan suhu tubuhnya dicek, Jumat (31/7).

Pantauan Cenderawasih Pos di lapangan, ratusan orang mengikuti salat Idul Adha dan tetap duduk berjarak dengan beralaskan koran atau sekedar sajadah di halaman apel Mapolda Papua.

Dalam khotbahnya, Ustadz H Achmad Jaenuri, Lc,M.H mengatakan, untuk pertama kali kita merayakan hari besar islam idul adha di tengah wabah covid-19. Karena wabah ini pula, ada diantara kita yang tidak bisa hadir di tempat-tempat ibadah karena sedang diisolasi.

Ustadz H Achmad Jaenuri juga menyampaikan ibadah urban tahunan yang umat islam laksanakan adalah bentuk i’tibar atau pengambilan pelajaran dari kisah, dimana ada tiga pesan yang bisa kita tarik dari kisah tentang Nabi IIbrahim bahwa anak hanyalah titipan betapapun mahalnya kita tak boleh melegakan kita bahwa hanya allah-lah Tujuan akhir dari rasa cinta dan ketaatan.

Sementara itu, Karo SDM Polda Papua yang juga ketua panitia salat idul adha Kombes Pol Aris Haryanto menyampaikan, pelaksanaan salat idul adha di Mapolda Papua berjalan dengan hikmat kedati dilaksanakan di temgah pandemi. Selain itu, dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan dalam pencegahan penyebaran Covid-19.  (ade/dil/fia/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *