Umat Muslim Diminta Semangat Berkurban di Tengah Pandemi

Umat Muslim di Kota Jayapura melaksanakan Salat Ied di Halaman Kantor Gubernur Papua, Jumat (31/7) . Wenny Firmansyah/Ceposonline

JAYAPURA-Pandemi Corona benar-benar menjadi ujian bagi umat manusia, terutama bagi umat muslim yang sudah bertahun tahun menabung, menunggu untuk mengunjung Baitullah tapi ketika bersiap-siap menuju Tanah Suci wabah Corona menghantam akhirnya Ibadah Haji tahun ini dibatalkan.
Pemerintah membatalkan dengan asalan faktor kesehatan umat, sedangkan pemerintah Saudi hanya mengizinkan warga Arab Saudi saja, tentu ada hikmah besar yang diambil tahun ini yakni kesabaran dan kepasrahan hal itu diungkapkan Kepala Biro IAIN Fathahul Muluk Papua Dr.H Moh Junaidin MA dalam khotbah Salat Idul Adha di Kantor Gubernur Papua, Jumat (31/7) .
Idul Adha merupakan momentum yang luar biasa bagi umat manusia, dimana rekonstruksi perjalanan Nabi Ibrahim AS yang diperintah menyembelih anaknya Nabi Ismail AS, bahwa hal inilah yang dijadikan pedoman bagi manusia agar selamat di dunia akhirat.
Jelas bahwa perintah menyembelih Nabi Ismail adalah bentuk ketaatan kepada Allah SWTdimana menjalankan perintah Allah merupakan sebuah keharusan. Selain itu ketika hendak menyembelih Nabi Ismail maka Nabi Ibrahim terlebih dahulu menanyakan kepada Ismail secara tidak langsung menunjukkan bahwa Ibrahim tidak mengedepankan egonya meskipun dengan anak sendiri. Dalam lingkup yang lebih luas bahwa cara yang benar adalah tidak memaksa kehendak tetapi menghargai pendapat orang lain baik dalam keluarga, kelompok, maupun organisasi.
Makna lainnya adalah tentang solidaritas sosial, bahwa dalam sudut pandang islam, kurban menjadi salah satu sarana distribusi keadilan dan pemerataan. Pemenuhan kebutuhan fakir dan miskin menjadi pokok utama pendistribusian daging hewan kurban.” Di tengah pandemi ini sebagai umat muslim jangan hanya sibuk di masjid saja (Hablumminallah) tapi juga senantiasa menjalin hubungan sosial (Hablumminannas), bahwa kurban adalah empati sosial, semoga insya Allah menjadikan kita tetap bersemangat merayakan idul kurban,” katanya.
Sementara itu Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Papua Muh. Musaad mengatakan tahun ini Gubernur dan Wagub Papua memberikan sumbangan 10 hewan kurban di Kota Jayapura dan sekitarnya. “ Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya dimana gubernur dan wagub memberikan sumbangan hewan kurban di sejumah daerah, karena di masa pandemi ini hanya diberikan untuk masyarakat di Kota Jayapura dan sekitarnya.
Di tempat yang sama mewakili Kemenang Provinsi Papua Syamsudin memberi apresiasi kepada umat muslim yang terus bersemangat untuk berkurban di tengah pandemi Covid 19. “ Sesuai dengan tema Idul Adha tahun ini adalah membangun solidaritas menuju masyarakat yang produktif dan aman,” jelasnya. Dia berharap dengan kodisi seperti ini aktivitas masyarakat sudah bisa diperluas dan saling mengingatkan untuk menjalankan protokol kesehatan.
Untuk prosesi penyerahan daging kurban tidak seperti biasanya, diman tahun ini sesuai dengan surat edaran dari Kemenang bahwa tahun ini saudara-saudara yang berhak menerima hanya menunggu di rumah sedangkan panitia penyembelihan hewan kurban yang akan mendatangi rumah masing-masing sesuai dengan alamat masing-masing. Sekadar diketahui, untuk pelaksanaan Salat Ied di Kota Jayapura dilaksanakan di 134 titik baik di masjid-masid maupun lapangan. (wen)

1 thought on “Umat Muslim Diminta Semangat Berkurban di Tengah Pandemi

  1. Jangan bersedih guys….karena kamu punya partner yang bisa wujudkan impianmu
    segera aja ke bola165 dan jangan lupa join now yach…
    bukan hanya wujudkan impianmu tp juga bisa bikin kamu menjadi jutawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *