Tidak Dirasakan Dampaknya, Mahasiswa Tolikara Tolak Otsus 

Puluhan mahasiswa Tolikara menggelar aksi penolakan terhadap keberlanjutan khusus jilid 2 dan meminta agar pemerintah pusat harus memberikan hak kedaulatan kepada masyarakat Papua untuk menentukan nasibnya di Asrama Tolikara, Rabu, (29/7).

JAYAPURA – Tidak merasa dampak  pendidikan selama masa otonomi khusus (Otsus) selama 20 Tahun mahasiswa Asal Kabupaten Tolikara secara tegas menolak rencana pemerintah pusat melanjutkan Otsus di Papua.

Kordinator Lapangan Timiles Yoman mengatakan selama 20 tahun diberlakukannya Otsus, mahasiswa Tolikara sampai saat ini membiayai kuliahnya menggunakan biaya sendiri dari hasil keringat orang tua yang berkebun.

“Selama ini kami tidak pernah merasakan dampak dari Otsus selama 20 tahun, kami semua mahasiswa di asrama Tolikara ini membiayai kuliah kami sekolah dari SD sampai dengan saat ini menggunakan dana pribadi hasil dari pekerjaan orang tua dengan bertani di kebun, jadi bagi kami Otsus benar-benar gagal, untuk itu kembalikan hak kedaulatan kepada masyarakat Papua untuk menentukan Otsus lanjut atau merdeka,” katanya.

Hal serupa dikatakan perwakilan perempuan mahasiswa Tolikara Dilera Towolom. menurutnya,  sebagai kaum perempuan yang lebih mengetahui kondisi rumah tangga ia mengatakan pihaknya tidak merasakan dampak dari kursus selama ini karena yang membuat dapur berasap itu hasil jualan mama mama di pasar dan berikebun bukan karena otot.

” Kalau kami dari perempuan tidak pernah merasakan dampak khusus bagi kami kami menghidupi keluarga itu dengan berjualan sayur buah-buahan, ikan dan pinang di pinggir jalan baru dapur kami bisa beasap, jadi bagi kami untuk tidak memberikan dampak untuk itu kami secara tegas menolak otonomi khusus dan biarkan rakyat Papua yang menentukan,” katanya.

Tak hanya itu ia juga mengaku untuk biaya sekolah sendiri pihaknya harus berjualan dan orang tua pun harus berkebun untuk membiayai mereka bersekolah dari SD sampai dengan kuliah saat ini.

” Sejak dari SD sampai saat ini kami perempuan-perempuan Papua juga biasa jualan terus orang tua kami usaha berjualan juga dan memberikan kami biaya untuk sekolah dari SD sampai dengan Sekarang kuliah Jadi untuk pendidikan benar-benar tidak memberikan dampak bagi orang Papua ini kami jujur berbicara,” tegasnya,

Selaku Aktifi Tolikara Ranai Wmipo mengatakan, masyarakat bersama mahasiswa negara secara tegas menolak dilanjutkannya otsus jilid 2 sesuai versi Jakarta karena benar-benar tidak mengakomodir hak martabat orang asli Papua. “Kami masyarakat Papua secara tegas menolak keberadaan otsus jilid 2 versi Jakarta karena masyarakat tidak pernah merasakan dampak dari otonomi khusus untuk itu berikan hak penuh kepada masyarakat Papua,” katanya.

Dia menegaskan pemerintah Provinsi Papua dan pemerintah pusat harus memberikan hak penuh kepada masyarakat Papua untuk menentukan keberlanjutan Otsus atau tidak, karena kehadiran khusus merupakan win-win Solusi yang ditawarkan karena rakyat Papua minta Merdeka maka jika harus berakhir Kembalikan ke kedaulatan rakyat yang ingin merdeka.

” Dulu orang tua kami sudah menegaskan, kalau kami mau merdeka pada kongres 2 dan pemerintah menawarkan otonomi khusus untuk meredam niat Merdeka itu, nah sekarang otonomi khusus sudah berakhir maka kami kembali ke permintaan kami untuk harus merdeka,” katanya. (oel).

1 thought on “Tidak Dirasakan Dampaknya, Mahasiswa Tolikara Tolak Otsus 

  1. Live Sexy Casino Baccarat
    Bertemu Langsung Dengan Dealer Sexy yang pasti akan membuat permainan Anda semakin Bergairah
    Serta Dapatkan Penawaran TRIPLE BONUS dari (link: http://QQHarian.com) QQHarian.com
    Info Lanjut Hub CS di WA: +63 9954825268 | Line : qqharian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *