Tak Perlu Jamuan Bakar Batu Tiap Kunker Bupati

Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi bersama Ketua DPRD Jayawijaya Mathias Tabuni dan Ketua Fraksi Demokrat Festus Asso usai memanen Hipere di  Distrik Hubikosi, Selasa (28/7). (Denny/ Cepos)

WAMENA-Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, menegaskan kepada masyarakat di Kampung dan di distrik agar setiap kunjungan Bupati dan Wakil Bupati dalam menghadiri acara panen hasil kebun, tak perlu masyarakat melakukan jamuan bakar batu. Sebab biaya masyarakat yang dikeluarkan lebih besar untuk melakukan acara tersebut.

   Menurutnya, kalau pejabat datang ke distrik atau kampung, masyarakat mengudang untuk panen dan mereka bakar batu, ini biaya masyarakat lebih besar dari pada hasil yang dipanen.

Kalau memang dalam kunjungan kerja Bupati maupun  wakil Bupati harus melakukan bakar batu, maka pemerintah akan siapkan Wam (Babi) sendiri untuk diserahkan kepada masyarakat guna melakukan bakar batu.

  “Tapi kalau kunjungan untuk panen hasil kebun tak perlu masyarakat bakar batu, karena ini tugas Bupati, Wakil Bupati dan Staf untuk datang melakukan panen pada kelompok tani yang ada lahan. Jadi kita yang memberikan, bukan kita yang diberikan dari masyarakat.”tegas Bupati Jhon saat ditemui di Distrik Hubikosi,Selasa (28/7).

  Bupati juga menyatakan, sesuai dengan komitmen pemerintah yang  sudah mengajak masyarakat untuk membuka kebun dan tak lagi berkeliaran di Kota, maka   pemerintah sudah mulai diundang untuk memanen hasilnya.  Ini menunjukkkan komitmennya bersama Wakil Bupati harus benar -benar dilakukan masyarakat.

  “Kami akan turun ke distrik dan kampung untuk melihat hasil panen masyarakat di kebun, kita mengajak masyarakat membuka kebun, namun hasilnya mau dijual kemana ini tugas kami pemerintah. Karena itu, saat panen kami akan beli dan dikembalikan kepada masyarakat sebagai pangan lokal untuk mereka agar bisa membuka kebun lagi, sehingga masyarakat tak perlu membawa hasil kebunnya jual ke pasar,”jelasnya.

   Selain membeli hasil panen, kata Jhon Banua, pemerintah juga memberikan peralatan berkebun dan mendengarkan aspirasi masyarakat yang menyatakan jika hipere (ubi jalar) yang kecil atau busuk ini mau dibuang kemana, sehingga pemerintah menjawab dengan memberikan sepasang ternak  Wam (Babi) bagi setiap kelompok yang mulai memanen hasil kebunnya.

   Pemerintah akan memberikan wam kepada mereka dan hari ini sudah mulai dilakukan dengan harapan tak hanya di Distrik Hubikosi tetapi 40 distrik di Jayawijaya harus dilakukan hal yang sama.”katanya

   Ia menambahkan, Bibit ternak Wam ini akan diberikan kepada kelompok tani yang benar -benar punya lahan pertanian, dimana pun tempat yang dipanen oleh pemerintah maka tetap akan diberikan ternak Wam kepada kelompok tani itu. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *