Logo Peparnas XVI Kolaborasi Honai dan Tifa

Logo Peparnas XVI Papua 2021

JAYAPURA – Fix, kolaborasi Honai dan Tifa menjadi logo Pepaparnas XVI Papua 2021. Sementara untuk maskot, menggunakan bentuk burung Kasuari. Untuk tagline

sehati mencapai tujuan ciptakan prestasi.

Sekretaris Umum PB Peparnas XVI Papua, Rivo Manangsang menjelaskan, makna logo Honai melambangkan tempat berlindung keluarga, tempat berkumpul masyarakat untuk merencanakan segala kegiatan serta tempat menyelesaikan masalah masyarakat.

Untuk warna yang melekat pada logo honai Rivo mencertiatakan, warna biru sebagai kuatan mental spiritual, hijah kesuburan tanah Papua serta kuning emas kemakmuran dan kekayaan.

Sementara untuk tiga buah tifa yang melekat di logo, kata Rivo 3 tifa tersebut melambangkan 3 (tiga) tungku kekuatan, yakni pemerintah, masyarakat dan adat.

“Untuk warna tifa, coklat putih melambangkan jati diri pemerintah, merah putih melambangkan perjuangan masyarakat yang berani dan suci serta hitam putih melambangkan ketegasan adat dan budaya,” ungkap Rivo kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di Sekretariat PB Peparnas, Senin (27/7) siang kemarin.

Dan untuk Maskot Peparnas XVI dengan sepasang burung Kasuari (Hara dan Wara) jelas Rivo penetapan burung  Kasuari (Casuarius) sebagai maskot didasari pada keunikan satwa

pegunungan di pulau Papua, termasuk yang terdapat di hutan tropis dan salah satu dari dua jenis burung di dalam suku Casuariidae.

Kasuari sebagai maskot yang mengenakan noken tradisional chiri khas budaya orang Papua memiliki nilai ekonomi dan social kemasyarakatan. Tali noken yang menjuntai dileher kasuari dengan lambang International Paralympic Committee (IPC), terlihat menarik dan menawan, sebab Kasuari jantan menggunakan baju warna hitam, abu-abu kecokelatan.

Hal utama Kasuari dipilih dan ditetapkan sebagai maskot, didasarkan pada kepedulian terhadap satwa langka tersebut. Kasuari yang saat ini kurang diperhatikan dan terancam punah, akibat terjadi penurunan populasi sebab perburuan secara masif.

Sementara untuk tagline “Sehati Mencapai Tujuan Ciptakan Prestasi” kata Rivo, diambil dari filosofi Honai yang merupakan rumah adat Papua yang berbentuk melingkar atau bulat mempunyai pengertian menjaga kesatuan dan persatuan yang merupakan kekuatan paling tinggi sesama suku serta mempertahankan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur untuk keberlangsungan hidup.

“Menciptakan karakter manusia yang sehati, sepikir dan satu tujuan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Serta simbol dari kepribadian dan merupakan martabat dan harga diri dari orang atau suku pribumi yang harus dijaga oleh keturunan atau anak cucu mereka di kemudian hari,” ujarnya.

“Kalau urusan logo, maskot dan tagline, SK gubernur sudah dikeluarkan dan sudah ditetapkan dan kami sudah sah menggunakan logo maskot dan tagline untuk pelaksaan Peparnas,” sambungnya.

Rivo juga menambahkan, bahwa bila ada yang ingin menggunakan logo, maskot sebisanya melakukan koordinasi dengan pihak PB Peparnas Papua.

“Koordinasi dengan kami, karena itu terkait dengan hak cipta, sehingga biar lebih tertib,” tandasnya. (eri/gin).

1 thought on “Logo Peparnas XVI Kolaborasi Honai dan Tifa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *