Karena Mata Pencaharian di Laut, Maka Ekosistem di Teluk Harus Dijaga

Kampung Tobati yang terlihat bersih karena warganya sadar untuk menjaga kebersihan di laut dengan tidak membuang sampah sembarangan. (Priyadi/Cepos)

Melihat Komitmen Warga Kampung Tobati Enggros yang Tidak Lagi Buang Sampah di Laut

Warga Kampung Tobati Enggros telah berkomitmen dalam menjaga kebersihan laut, karena sampah dibuang di kantong plastik dan petugas kebersihan DLHK datang mengambilnya di kampung. Apa yang melatar belakangi warga kampung mau menjaga kebersihan di laut?

Laporan Priyadi: Jayapura

Semenjak periode pertama Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM., menjaga kebersihan laut di kampung khususnya yang berada di laut telah dilakukan. Dimana melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Jayapura sampah yang ada di laut sudah diangkat menggunakan speedboat setiap hari, termasuk di Kampung Enggros dan Tobati. Sehingga warga di dua kampung itu tidak lagi membuang sampah di laut.

Hanya saja sayangnya, sampah di laut tidak berasal dari warga kampung, tapi sampah kiriman dari Entrop, Abepura, Kotaraja dan dari Pasar Hamadi yang mengapung di laut seputaran Kampung Tobati dan Enggros.

  Oleh karena itu, solusinya pemerintah kota telah menurunkan tiga speedboat untuk mengangkut sampah di laut setiap hari termasuk mengambil sampah yang ada di kampung tobati enggros.

Kepala Pemerintahan Kampung (KPK) Tobati Roy Mano mengatakan, warga Kampung Tobati sudah sadar akan menjaga kebersihan di laut, karena laut menjadi sumber mata pencaharian ekonomi mereka, makanya setiap rumah telah disediakan tempat sampah yang nantinya sampah diambil petugas kebersihan, saat mengambil sampah kiriman di laut.

  ‘’Warga Kampung Tobati tidak lagi membuang sampah sembarangan, mereka menyediakan kantong sampah sendiri nanti kantong sampah diangkat petugas kebersihan saat mereka melakukan pembersihan di laut dengan menggunakan tiga speedboat setiap hari, kemudian sampah baik dari laut dan di kampung dimuat ke darat untuk dibuang ke TPA,’’katanya, Selasa (27/7)kemarin.

Untuk pengambilan sampah di laut dan di warga kampung Tobati-Enggros biasanya diambil pada saat pagi hari sekira pukul 06.30 WIT setiap pagi diambil dulu sampah di warga kampung kemudian dilanjutkan menyisir sampah yang ada di teluk.

KPK Tobati Roy Mano juga menjelaskan, komitmennya dalam menjaga kebersihan di laut ini tidak main-main, warga selalu dikasih tahu jangan buang sampah di laut, karena ini menyangkut sumber perekonomian warga kampung, karena mata pencaharian warga sebagian besar mencari ikan dan biota laut, jadi ekosistem laut harus dijaga jangan dirusak dengan membuang sampah sembarangan, sehingga sampah yang dihasilkan warga kampung harus disimpan di kantong sampah nanti bisa dibuang di darat.

Ditempat terpisah, Kepala DLHK Kota Jayapura Ir.Hj. Ketty Kailola, MS.i mengakui, menjaga kebersihan lingkungan dilakukan oleh DLHK tidak ada di darat, tapi juga di laut, karena pihaknya juga ada petugas kebersihan yang mengangkut sampah di laut maupun sampah warga yang tinggal di kampung Tobati -Enggros dengan menggunakan speedboat.

Diakui, selama ini sampah di laut dihasilkan dari sampah kiriman yang berasal dari sungai atau lainnya, dan terbawa arus lalu mengendap di laut, sebagian besar adalah botol minuman bekas, kantong plastik dan alat-alat rumah tangga yang rusak.

Ketty berharap, warga harus ada kesadaran diri, untuk membuang sampah pada tempatnya, jangan membuang sampah seenaknya apakah itu di sungai, got atau di laut, karena ini bisa membahayakan ekosistem kehidupan di laut dan membuat kotor laut.(*/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *