Nihil Pelanggaran di Hari Keempat Operasi Patuh Matoa

Seorang pengendara meminta maaf kepada anggota Lantas akibat tidak menggunakan helm saat terjaring dalam Operasi Patuh Matoa 2020 di Kota Jayapura, Senin (27/7) kemarin (Elfira/cepos)

JAYAPURA-  Nihilnya pelanggaran dihari keempat Operasi Patuh Matoa 2020 Polda Papua dan Polres Jajaran, Senin (27/7).

Dari data yang dihimpun dihari keempat pelaksanaan Operasi Patuh Matoa 2020, jumlah pelanggaran yang ditilang tidak ada, jika dibandingkan dengan hari kempat Operasi Patuh Matoa 2019 sebanyak 83 pelanggar.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal menyampaikan, nihilnya jumlah pelanggaran dikarenakan personel di lapangan secara selektif melakukan tindakan hukum berupa tilang apabila didapatkan kendaraan yang fatal atau berbahaya bagi diri sendiri maupun orang lain apabila terus dioperasikan, seperti kelayakan kendaraan itu sendiri dan apabila pengemudi atau pengendara melakukan pelanggaran tetapi kendaraan itu dapat beroperasi cukup diberikan teguran.

“Teguran yang diberikan ditahun 2020 sebanyak 112 pelanggar. Jika dibandingkan dengan tahun 2019 sebanyak 200 pelanggar,”ucap Kamal.

Adapun jenis pelanggaran lalu lintas yang ditemukan yakni tidak menggunakan helm SNI, melawan arus, menggunakan HP saat berkendara, berkendara dibawah pengaruh alkohol dan berkendara dibawah umur. “Untuk kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban meninggal dunia, pada hari Keempat tidak ada. Sedangkan untuk korban luka berat di tahun 2020 sebanyak 1 orang dan di tahun 2019 sebanyak 2 orang. Sehingga terjadi penurunan sebanyak 1 orang, sedangkan untuk korban luka ringan di tahun 2020 terdapat 4 orang sedangkan di tahun 2019 sebanyak 4 orang sehingga tidak terjadi penurunan atau peningkatan,” paparnya.

Dikatakan, operasi Matoa 2020 dilaksanakan dengan tujuan untuk mendisiplinkan masyarakat terhadap pelanggaran pelanggran lalu lintas yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas yang fatal. Ada 4 prioritas pelanggaran yaitu tidak menggunakan helm, kecepatan kendaraan, pengendara tidak memiliki SIM. Pengendara dalam keadaan mabuk dan lain-lain serta mendisiplinkan masyarakat dalam pandemi covid-19 menghadapi adaptasi baru mampu menerapkan protokol kesehatan terutama di jalan dan transportasi umum.

“Sasaran operasi tahun ini adalah pengemudi kendaraan yang menggunakan handphone, pengemudi melawan arus, pengemudi sepeda motor berboncengan lebih dari satu orang, pengemudi dibawa umur, pengemudi dan penumpang sepeda motor tidak menggunakan helm SNI, pengemudi kendaraan bermotor menggunakan narkoba atau mabuk dan pengemudi berkendara melebihi batas kecepatan yang ditentukan,” pungkasnya. (fia/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *