Pemuda Tabi-Saireri Dorong Percepatan DOB

Ketua pemuda Seireri saat menyerahkan pernyataan sikap kepada Ketua DOB Tabi-Saereri yang juga Bupati Jayapura,  Mathius Awoitauw, SE. M.Si.di Sentani, Jumat (24/7). (Robert Mboik Cepos)

SENTANI- Pemuda Tabi-Saireri dari dua wilayah adat di Provinsi Papua, Jumat (24/7), kemarin mengadakan rapat bersama Ketua Asosiasi Kepala Daerah Tabi-Saireri, yang juga Bupati  Jayapura, Mathius Awoitauw, SE. M.Si.

Ketua Pilar Pemuda Tabi (PPM-Tabi), Renaldy Tokoro dalam pertemuan itu mengatakan, sebagai generasi muda di wilayah Tabi, pihaknya mendukung penuh rencana dan kerja pemerintah dalam membangun daerah, demi kemajuan dan kesejahteraan rakyat.

“Dalam konteks Otsus hari ini, kami pemuda Tabi hadir untuk memberikan pemikiran kritis kami terhadap keberlangsungan Otsus,” kata Renaldy Tokoro ditemui usai pertemuan itu.

Dia menyebutkan, ada beberapa pernyataan sikap dari para pemuda itu yang  disampaikan kepada Ketua DOB Tabi Seireri, Mathius Awoitauw yakni mendukung terbentuknya Provinsi Papua (induk) yang terdiri dari Wilayah Adat Tabi dan Saireri.

“Kami Pemuda Tabi dan Pemuda Saireri mendukung terwujudnya Daerah Otonomi Baru (DOB) yaitu Provinsi Papua Selatan dan Provinsi Papua Pegunungan Tengah, dengan terbentuknya DOB maka Provinsi Papua induk terdiri dari Wilayah Adat Tabi dan Wilayah Adat Saireri,” jelasnya.

Kemudian  merujuk pada letak geografis wilayah adat dan hubungan kekerabatan sebagai satu keluarga besar yang sudah ada sejak turun temurun, Pemuda Tabi dan Pemuda Saireri  mendukung dan berharap dilibatkan dalam upaya pembentukan DOB dimaksud.

“Kami Pemuda Tabi dan Pemuda Saireri, menolak segala bentuk penjualan tanah karena tanah merupakan titipan Tuhan kepada leluhur nenek moyang kami secara turun temurun yang dijaga dan pipergunakan untuk kepentingan kehidupan anak cucu, bukan untuk diperjual belikan,”ujarnya.

Sementara itu,  Ketua Pemuda Saireri, Gifly Buiney menuturkan, pada dasarnya sebagai generasi muda Papua yang akan menjadi penerus generasi di atas Tanah Papua, pihaknya tetap berada bersama-sama dengan pemerintah dan mendukung segala upaya pemerintah dalam melakukan pembangunan di Papua, demi perubahan Papua dan masyarakatnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Kepala Daerah Tabi-Saereri, Mathius Awoitauw, dalam pesannya kepada pemuda Tabi-Saereri mengatakan, kedatangan pemuda Tabi-Saereri menunjukan bahwa ada sebuah kegelisahan dalam diri pemuda Tabi-Saereri, yang melihat dinamika Papua hari ini, untuk sebuah perubahan besar terhadap Papua, dalam pemikiran dan mimpi mereka untuk sebuah peradaban baru bagi Papua.

“Dibalik kegelisahan pemuda Tabi-Saereri hari ini, kami yang tua-tua, ingin menitipkan suasana yang damai dalam menjaga Papua. Karena Papua ini unik, Papua ini beda, maka pemuda Papua harus belajar dan meningkatkan kapasitas dalam memahami karakter dirinya, untuk menjaga harkat dan martabat Papua,” kata Mathius.

Dia menambahkan,  aspirasi munculnya berbagai DOB di Papua memungkinkan adanya rasa untuk   percepatan pembangunan. Kata dia, DOB bukanlah satu-satunya jaminan, namun menjadi  salah satu jalan untuk percepatan pembangunan suatu daerah.

“Tanah ini kalian punya (pemuda Tabi-Saereri Papua), dan jangan mengharapkan orang lain untuk datang melakukan perubahan, tapi bagaimana kita menyiapkan diri kita untuk merebut masa depan melalui sebuah perubahan,”tambahnya. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *