Oknum Pecatan TNI Bisa Dipidana Mati

Kapolres Jayapura, AKBP Victor makbon didampingi sejumlah pejabat Polres Jayapura saat memusnahkan sabu seberat 148 gram di Mapolres Jayapura, Jumat (24/7). (Robert Mboik Cepos)

Polres Musnahkan Sabu Seberat 148, 58 Gram dan Ganja 393,8 Gram

SENTANI- Kepala  Lapas Narkotika Doyo, Samaludin Bogra mengatakan, oknum pecatan anggota TNI berinisial, HI (31), yang berulangkali terlibat bisnis jaringan narkotika bisa saja dihukum mati.

Mengingat, yang bersangkutan terlibat  kasus Narkotika sejak 2017 dan sudah divonis dan dijebloskan ke dalam penjara, namun bukannya jerah, malah semakin menjadi jadi. Berdasarkan catatan pihak Lapas, yang bersangkutan sudah ketiga kali terlibat bisnis jaringan barang haram itu. Kasus pertama   dihukum lima tahun, kasus kedua 9 tahun dan yang ketiga, dia ditangkap dari dalam Lapas Doyo, yang bersangkutan mengendalikan peredaran sabu seberat 148 gram, jika dirupiahkan bisa mencapai Rp1 miliar.

Samaludin Bogra mengatakan, HI  sebelumnya menjalani hukuman di Lapas Merauke, kemudian kembali terlibat dan mengendalikan peredaran barang haram itu dari balik jeruji. Akibatnya, dia dipindahkan ke Lapas Narkotika Doyo.

“Hukuman pertamanya 5 tahun, kemudian kasus berikutnya, 9 tahun, kalau kasus ini ya hukuman mati aja selesai. Supaya bersih, kita punya negeri ini, Papua harus bebas dari narkoba,” tegas Samaludin Bogra kepada wartawan saat pemusnahan sabu dan ganja di Mapolres Jayapura, Jumat (24/7).

Sementara itu,  Kapolres Jayapura, AKBP Viktor Mackbon mengatakan,  dalam kegiatan tersebut, pihaknya memusnahkan barang bukti sabu, seberat 148, 58 gram dan ganja seberat 393,8 gram.

Viktor menjelaskan, pemusnahan barang bukti dilakukannya setelah memenuhi pemberkasan dan disisihkan untuk pembuktian di pengadilan dan pengujian di Balai BPOM Jayapura.

“Pemusnahan barang bukti ini dari 2 laporan polisi, sesuai dengan SOP, setelah kami sisihkan untuk pemberkasan atau pembuktian di pengadilan dan Balai BPOM Jayapura, maka sisanya dimusnahkan, ini untuk mencegah penyimpangan dan disalahgunakan, pengungkapan ini atas kerja sama kami dengan pihak Lapas dan rekan – rekan kita yang ada di BNN Kabupaten Jayapura,”katanya.

Lanjutnya, untuk sabu – sabu kurang lebih 149, 58 gram dengan 2 orang tersangka masing – masing HI (31) yang merupakan bandar besar dan dia mengendalikannya dari dalam Lapas Narkotika Doyo Baru, sedangkan RK (45) merupakan kurirnya yang saat itu berhasil ditangkap  pada 27 Mei 2020 di Jalan Netar, Distrik Sentani Timur saat hendak menyuplai barang haram ini masuk ke dalam Lapas dengan cara dilemparkan.

“Ini ungkapan yang besar, apabila dijual senilai Rp 1 miliar, sedangkan untuk ganja ada kurang lebih 393,8 gram dengan tersangka seorang wanita berinisial GL (29), dia ditangkap pada 22 Mei 2020 di Jalan SMA 2 Dok VIII Atas, Kota Jayapura,” ujarnya.

Dia menambahkan, pelaku RI (31) dijerat pasal 114 ayat 1 dan 2 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun dan maksimal 20 Tahun penjara. Sedangkan RK (35) dijerat pasal 112 ayat 1 dan 2 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara. Kemudian GL (29) dijerat pasal 111 ayat (1) UU RI No 35 juga tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. (roy/tho)

1 thought on “Oknum Pecatan TNI Bisa Dipidana Mati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *