Setiap Kampung Wajib Menjaga Budaya, Adat Istiadat, dan Identitas

Kepala Dinas Pemerintahan Masyarakat Kampung (DPMK) Kota Jayapura, Jacobus Itaar ketika berkunjung ke Kampung Kayo Batu Distrik Jayapura Utara, Senin (20/7) (Ginting/Cepos)

Bincang-bincang dengan Kepala DPMK Kota Jayapura Jacobus Itaar

Sebagai Ibu Kota Provinsi Papua, Kota Jayapura tak hanya mempunyai kelurahan, tapi juga ada kampung, jumlahnya pun ada 14 kampung, bagaimana pengembangan kampung di tengah pesatnya pembangunan di Kota Jayapura?

Berikut Laporan. A. B. Ginting -Kota Jayapura

Kota Jayapura merupakan ibukota Provinsi Papua yang terletak di ujung timur Indonesia dan merupakan satu-satunya Kota Madya yang memiliki 14 Kampung. Secara geografis di sebelah utara Kota Jayapura dibatasi Lautan Pasifik, sedangkan di sebelah selatan dibatasi Distrik Arso, Kabupaten Keerom.

Di bagian barat, Kota Jayapura berbatasan dengan Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura sedangkan di bagian timur berbatasan dengan Negara Papua New Guinea. Kota Jayapura memiliki luas 940 km2, dan merupakan wilayah terkecil dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Papua.

Kampung Kayo Batu yang bersebelahan langsung dengan pusat Kota ibu Kota Provinsi Papua tentu menjadi tempat pembangunan yang paling pesat di Papua. Kampung memang harus dibangun dengan pesat agar tidak ketertinggalan, namun sering pula dengan pembangunan yang pesat budaya dan ciri khas kampung sering kali hilang ditelan pembangunan.

Hal inilah yang menjadi catatan penting  Kepala Dinas Pemerintahan Masyarakat Kampung (DPMK) Kota Jayapura, Jacobus Itaar, Ia mewanti-wanti setiap kampung yang ada di Kota Jayapura memang harus dibangun namun harus tetap mempertahankan budaya dan istiadat di Kampung tersebut.

Menurutnya yang menbedakan kampung dengan dengan kampung satunya atau kampung dengan kota adalah budaya atau adat istiadat yang tetap di pertahankan.

Kepala DPMK Kota Jayapura Jacobus Itar yang melakukan kunjungan langsung ke Kampung Kayo Batu pada Senin (20/7) untuk memastikan penyerahan BLT tahap ke tiga di kampung tersebut mengakui bahwa pembangunan kampung Kayo Batu dua tahun belakangan cukup pesat. Seperti sudah adanya aula pertemuan adat, rumah yang dibangun untuk masyarakat dan pembangunan dermaga yang terus dilakukan.

Tetapi meski pembangunan pesat Ia meminta dengan tegas agar budaya di pertahankan yakni salah satunya dengan memasang lukisan-lukisan ektik kampung tersebut sehingga menjadi budaya yang ada dapat dipertahankan dan juga sebagai nilai jual kampung tersebut agar masyarakat kota mengunjugi kampung Kayo Batu.

“Kenapa kampung ini ada di Kota, seharusnyakan kampung ada di Kabupaten, tetapi karena di Kota ini memiliki adat dan budaya yang harus dilindungi sehingga ada kampung. Oleh sebab itu budaya seperti motif-motif adat atau lukisan etnik Papua itu harus ada di kampung itu untuk mempertahankan budaya dan adat istiadat tadi. inilah yang menjadi harapan Bapak Wali Kota,”ungkap Jacobus Itar.

Menurutnya ciri khas setiap kampung harus ditonjolkan sehingga setiap kampung yang ada di Kota Jayapura memiliki keunikan masing-masing. “Jadi kita bisa liat, motif kampung Kayo Batu ini, kampung lain ya jadi ada keunikan masing-masing, atau ada cerita setiap kampung ada boleh diceritakan atau digambarkan sehingga semua orang tahu”bebernya.

Selain itu dirinya juga melihat bahwa perkembangan kampung Kayo Batu sangat pesat karena memang dana yang dikucurkan sangat besar, sehingga pembangunan memang sudah terlihat. Hal ini tidak lain sebabkan pembangunan dua tahun terakhir dilakukan pembangunan terpusat.

“Sekarang kita kan pembangunan prioritas seperti pembangunan rumah saja, sehingga dari ujung ke ujung rumah dapat terlihat pembangunannya,”bebernya.

Meski pembangunan pesat. Jacobus Itar tetap mewanti setiap kampung yang ada di Kota Jayapura berkewajiban menjaga budaya dan istiadat yang ada sehingga adanya kampung di Kota Jayapura alasannya adalah karena memiliki budaya dan istiadat yang dapat dipertahankan dan menjadi ciri khas Kota Jayapura.(*/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *