Oknum TNI Aniaya Anggota Gugus Tugas Covid-19

Korban penganiayaan oknum anggota TNI  Yonif Rider 751/VJS, Theo Z. Talakua (Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Sikap tidak terpuji ditunjukkan oleh oknum anggota TNI Yonif  Raider 751/Vira Jaya Sakti  yang melakukan penganiayaan terhadap salah satu anggota Gugus Tugas Tim Terpadu Covid-19, saat melaksanakan tugas pengendalian dan pengawasan di persimpangan Pasar Lama Sentani, Selasa (21/7) malam.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura, Alfons Awoitauw sangat menyesalkan tindakan oknum anggota TNI itu. Seharusnya anggota bisa memberikan contoh kepada masyarakat, bukan sebaliknya.

“Dari sisi medis, kami sudah lakukan visum dan kami sudah lapor ke polisi, tapi polisi arahkan untuk diteruskan kepada POM. Surat-surat kami hari ini sudah ditujukan ke POM untuk ditindaklanjuti,” kata Alfons Awoitauw di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura, Rabu (22/7).

Alfons menegaskan, akan menempuh jalur hukum. Karena yang terjadi pada saat itu, tim pos terpadu termasuk pegawai Dishub sedang menjalankan tugas pengawasan di lapangan terkait penerapan Protokol Kesehatan(Prokes).

Menurutnya, pembatasan waktu selama 5 bulan belakangan ini ada pengecualian untuk tugas-tugas tertentu. Terkait tugas-tugas tertentu maka semua masyarakat bisa menunjukkan surat dari gugus ataupun dari instansi yang menugaskan, termasuk tugas intelijen. Karena itu diberikan kebebasan.

“Apa yang dilakukan oleh oknum TNI itu dari sisi pembatasan waktu tidak ada hubungan dengan tugas kedinasan yang dia lakukan. Karena terkonfirmasi bahwa dia setelah melakukan olahraga. Sehingga siapapun yang melintas di atas waktu yang sudah ditentukan itu, wajib diminta  konfirmasi,” tegas Alfons Awoitauw.

Lebih jauh Alfons  menegaskan ia sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan oknum TNI yang justru menunjukkan sikap yang tidak terpuji terhadap petugas gugus tugas yang sedang melaksanakan tugasnya.

“Sangat disesalkan karena di dalam tim pos terpadu itu, semua mitra TNI,” tandasnya.

Sementara, pegawai Dishub yang menjadi korban penganiayaan, Theo Z. Talakua menjelaskan, awalnya, sejumlah anggota TNI 751 pulang dari Rindam. Saat itu, mereka berkonvoi menggunakan truk, pikcup dan speda motor. Saat ditahan oleh tim gugus tugas, terjadilah keributan.

“Waktu kejadian, saya masih mendokumentasi kendaraan yang sedang beraktivitas di luar jam yang sudah ditentukan,”ungkpanya. Sementara di sebelah ada keributan antar anggota TNI dengan petugas gugus tugas. Mereka datang dari Rindam habis olahraga pakai konvoi, semua tidak pakai masker.

Sebagian pakai motor, sebagian pakai pick up sebagian pakai truk. Mereka pakai pakaian olahraga, celana pendek.

“Mereka adu mulut dengan teman-teman Satpol PP dan teman-teman yang lain, saya masih di situ sebagai dokumentasi.  Saya minta ke abang yang ini, bang balik sudah, malah dia balik pukul saya,”jelasnya.

Wakil Komandan Yonif Rider 751/VJS,  Mayor Inf. Ahmadi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (22/7), belum memberikan tanggapanya. Dia hanya menyampaikan, kasus itu sedang didalami.”Masih sementara didalami ya,”ujarnya singkat singkat. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *