Pesepak Bola Papua Miliki Bakat Alamiah

Boaz Solossa bersama Ian Louis Kabes usai pertandingan perdana Shopee Liga 1 2020 kontra PSIS Semarang di Stadion Klabat Manado 1 Maret. (Erik / Cepos)

JAYAPURA – Tanah Papua memang tak henti-hentinya mengorbitkan pemain sepak bola berlabel bintang. Tak heran jika Bumi Cenderawasih dijuluki sebagai pulau pencetak pesepakbola handal.

Sejak era Liga Indonesia (Ligana) 1994 hingga saat ini, tanah Papua selalu mengorbitkan pemain bertalenta alamiah. Bahkan beberapa pemain Papua sukses bersaing dengan pemain asing dalam soal urusan pemain terbaik.

Buktinya, Persipura Jayapura pernah mengirim 3 pemainnya untuk merajai gelar individu best player. Ronny Wabia didapuk sebagai pemain terbaik Ligina II 1995/1996, kemudian Christian Worobay tahun 2005 dan Boaz Solossa memborong pemain terbaik di tahun 2008/2009, 2010/20211 dan 2012/2013.

“Selama saya main di Indoensia, anak-anak Papua punya karakter berbeda dengan pemain dari pulau lain,” ungkap Bio Paulin, mantan bek Persipura Jayapura saat ditemui Cenderawasih Pos di Kota Jayapura, Senin (20/7).

Kata Bio, pesepak bola Papua memiliki bakat alamiah yang tidak dimiliki oleh para pemain lainnya. Sehingga menurut Bio, anak-anak Papua merupakan pesepakbola yang spesial.

“Karena mereka sangat kuat, stamina bagus, main bagus, jadi mereka bisa bermain sepanjang pertandingan tanpa konpromi dan itu yang buat saya salut,” ujar Bio yang pernah merumput selama satu dekade bersama Persipura.

Menurut Bio, pesepak bola Papua berusaha bagaimana mengikuti perkembangan sepakbola saat ini. Secara fisik dan skill, anak-anak Papua telah dibekali oleh alam.

“Tinggal bagaimana terus belajar dan belajar, serta tetap giat latihan. Karena mereka sudah memiliki semuanya,” ucapnya.

Bahkan kata Bio, pemain Papua juga memiliki potensi besar untuk merantau dan mencicipi kompetisi elit Asia bahkan Eropa. (eri/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *