Pendekatan Karakter Rahasia Jitu Jacksen Tiago

Jacksen Tiago (Erik / Cepos)

JAYAPURA – Sejak era Liga Indonesia 1994 hingga kini, Persipura tercatat telah memiliki deretan pelatih, baik asing maupun lokal. Namun dari puluhan nama tersebut, hanya Rahmad Darmawan dan Jacksen F. Tiago yang terbilang sukses menukangi panji Mutiara Hitam.

Keduanya mampu menghadirkan gelar juara, Rahmad Darmawan membuka kran juara Persipura di tahun 2005 kemudian disusul tiga gelar juara Jacksen Tiago di musim 2009, 2011 dan 2013. Setelah itu, Persipura pun hampir tujuh musim tak lagi berdiri di podium juara.

Jacksen Tiago pertama kalinya menukangi Persipura sejak musim 2008, menggantikan peran Raja Isa yang kala itu ditunjuk untuk menukangi tim garuda. Berbekal materi yang mumpuni, berkat tangan dinginnya, Jacksen langsung mengantarkan Mutiara Hitam meraih gelar juara di musim pertamanya (2008/2009). Di susul gelar juara 2010/2011 dan juara 2012/2013.

Sukses menghadirkan tiga gelar juara, serta mengantarkan Persipura menapaki babak semi final AFC 2014 tak membuat pelatih asal Brasil itu bertahan. Jacksen pun hijrah ke negara tetangga menukangi Penang FA Malaysia (2014-2016), sebelumnya Jacksen juga mendapatkan kesempatan membesut Garuda Indonesia.

Sayangnya, prestasi yang ia torehkan bersama Persipura gagal ia ulang saat menukangi Penang FA. Tahun 2017, akhirnya Jacksen kembali ke tanah air bersama tim Kalimantan Selatan, Barito Putera. Kemudian kembali ke Jayapura untuk keduanya kalinya bersama Persipura di tahun 2019.
Jacksen Tiago menggantikan peran kompatriotnya Luciano Leandro yang memilih mundur dari kursi pelatih usai gagal memberikan kemenangan bagi Boaz Solossa dalam 7 pertandingan secara beruntun.

Berkat pengalamannya, bak berjodoh dengan Persipura, Jacksen langsung memberikan dampak positif dan mengantarkan kemenangan perdana bagi Persipura usai menumbangkan Madura United 1-0 di Stadion Mandala Jayapura.

Beranjak dari kemenangan Madura United, Persipura pun mulai menemukan kembali sentuhannya bersama Jacksen F. Tiago. Meski terseok-seok diawak musim, Jacksen masih mampu mengantarkan tim kebanggan masyarakat Papua itu finish pada urutan ketiga klasemen.

Musim Liga 2020, Jacksen melakukan perombakan besar-besaran dengan mendatangkan 9 pemain baru. Tangan dingin Jacksen diharapkan kembali menghadirkan trophy juara selama 7 musim puasa gelar.

Salah satu mantan stoper andalan Persipura Jayapura, Bio Paulin Pierre membeberkan rahasia jitu Jacksen Tiago yang mampu menjadikan Mutiara Hitam sebagai tim raksasa tanh Air.

Menurut Bio, dari sekian pelatih yang pernah menukangi Persipura, hanya Jacksen yang mampu mengenal pribadi dan karakter para pungga Persipura secara dekat. Sehingga kata Bio, Jacksen mampu membuat Persipura tak hanya sebagai klub tapi sebuah keluarga.

“Jacksen adalah pelatih yang baik di lapangan mau pun di luar lapangan, coach Jacksen yang tahu persis karakter pemain Papua seperti apa. Mereka beruntung punya pelatih yang tahu karakter pemain karena itu yang utama, dan itu dimiliki coach Jacksen,” ungkap Bio kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di salah satu cafe di Kota Jayapura, Sabtu (18/7).

Tak hanya sebagai pelatih dalam tim, namun kata Bio, selama 6 musim bersama Jacksen di Persipura. Jacksen merupakan sosok ayah bagi mereka. Pelatih yang bisa mendengarkan masukan dari pemainnya sendiri.

“Dari sekian pelatih, coach Jacksen merupakan pelatih yang tidak sungkan untuk mendengarkan masukan dari pemainnya sendiri. Jarang ada pelatih yang miliki prinsip seperti itu, tapi Jacksen bisa menerima masukan dari pemain. Sehingga ia memiliki solusi bagi pemain yang memiliki masalah di lapangan,” ujar Bio.

Dan yang paling penting menurut Bio, Jacksen memiliki pola jitu yang mampu menjadikan Persipura sebagai tim yang selalu ditakuti oleh tim lawan.

“Setiap pelatih tentu memiliki pola berbeda, tapi coach Jacksen memiliki pola yang cocok dengan Persipura. Sehingga siapa yang bekerja sama dengan Jacksen pasti akan senang. Jacksen sudah buktikan bersama Persipura, ia berhasil meraih gelar juara beberapa kali di Persipura,” ucapnya.

Pemain berusia 36 tahun itu berharap ia masih bisa ditukangi oleh Jacksen Tiago, apalagi kata Bio, meski kini dirinya bukan bagian dari tim Persipura, namun ia tetap menjalin komunikasi yang baik dengan para pungga Persipura serta Jacksen Tiago.
“Harus tetap ada hubungan, saya sering komunikasi dengan Jacksen dan itu harus. Saya senang bekerja dengan beliau, saya berdoa bisa bekerja dengan coach Jacksen lagi,” tandasnya.

Diketahui sejak kepergian Jacksen di tahun 2014, Persipura ditangi beberapa pelatih seperti mantan rekannya Osvaldo Lessa, Jafri Sastra, Angel Alfredo Vera, Liestiadi, Wanderley Machoda da Silva, Amilton Silva de Oliviera, Lusiano Leandro. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *