Jangan Sewot dengan Pendapat Kapolda

Marinus Yaung (Gamel/cepos)

JAYAPURA– Munculnya statemen dari Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw yang menyampaikan bahwa tak boleh ada aksi kampanye menolak Otsus rupanya banyak direspon para pihak yang menganggap pernyataan tersebut menutup ruang demokrasi. Kira – kira seperti itu jika disimpulkan. Tak sedikit yang protes  dan menganggap pernyataan tersebut tak sepatutnya keluar dari seorang pejabat. Namun pandangan berbeda justru disampaikan salah satu pengamat sosial politik Universitas Cenderawasih, Marinus Yaung.

Ia berpendapat bahwa tugas Kapolda Papua dan jajaran kepolisian di tanah Papua adalah mengamankan jalannya implementasi kebijakan negara di Papua. Ketegasakn Kapolda Papua, Paulus Waterpauw melarang aksi – aksi penolakan otsus Papua meurut Yaung sudah sesuai tugas dan kewenangan kepolisian yang diatur undang – undang. Kalau ada aksi massa yang melawan kebijakan negara melalui paket Otsus Papua, maka harus siap juga untuk berhadap – hadapan dengan aparat kepolisian dan TNI.

“Karena itu imbauan Kapolda agar jangan ada aksi – aksi penggalangan massa untuk penolakan Otsus itu baik dan demi menghindari benturan massa dengan aparat keamanan di lapangan. Sekedar mengingatkan bahwa aksi penolakan Otsus Papua tahun 2001 jauh lebih kuat powernya  dengan pertaruhan nyawa elit kaum nasionalis Papua dan akhirnya sosok Theys Eluay menjadi korban,” beber Yaung. Karenanya ia mengingatkan untuk tidak lagi mengulang kesalahan yang sama.

Pendapat dosen yang baru menyelesaikan stusi S2 nya ini siapapun yang mau pasang badan menolak Otsus Papua maka nyawa yang harus dipertaruhkan. Ia justru mengingatkan agar statemen ini jangan dipolitisir apalagi mengambil keuntungan dari aspirasi yang tengah dimunculkan masyarakat.

“Saya ingin katakan agar jangan korban rakyat Papua yang tidak tau apa – apa dengan agenda separatismu dibalik penolakan otsus untuk dijadikan korban atau tumbal Otsus Papua. Kalau anda elit politik di DPR Papua, dari Pemda, dari masyarakat adat, dari kalangan aktivis menolak otsus Papua karena memiliki agenda referendum maka anda semua harus siap pertaruhkan nyawa kalian. Tapi ingat sekali lagi jangan korban rakyat Papua demi kepentingan politik sendiri,” sindirnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *