Jembatan Kali Buaya Kian Menghawatirkan

Kendaraan roda dua ketika melintasi jembatan Kali Buaya Minggu (19/7) kemarin. Sejak Sabtu (19/7) lalu kendaraan roda empat diarahkan melewati Kilo 9 karena kondisi jembatan yang semakin keropos. (Gamel/cepos)

JAYAPURA – Karena terlalu sering dilewati dengan beban diluar kemampuan, dua besi jembatan Kali Buaya yang berada di Holtekam Distrik Muara Tami patah. Besi tersebut berada di bagian bawah dan menjadi tulang jembatan tersebut. Namun meski patah, jembatan ini masih difungsikan. Kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat masih melintas di atasnya.  Pengguna jembatan sendiri nampak tidak terlalu ambil pusing dengan kondisi tersebut dan tetap melintas seperti biasa.

Dua pria yang ditemui Cenderawasih Pos di atas jembatan menyampaikan bahwa patahnya besi tulang jembatan ini terjadi pada Sabtu (19/7) lalu dikarenakan kendaraan yang melintas membawa beban yang cukup berat. Setelah patah mereka yang “menjaga” meminta kendaraan seperti truk tidak boleh lagi melintas kecuali motor dan mobil roda empat. “Kemarin patahnya, terlalu banyak kendaraan yang lewat jembatan ini karena menjadi jembatan satu – satunya yang menghubungi Kota Jayapura dengan Koya maupun Skow,” kata pria tersebut.

Dari kondisi ini sudah ada pengumuman yang  dipasang di pertigaan Pasar Koya untuk kendaraan yang mau belok ke kiri dan menggunakan jembatan tersebut disarankan lewat kilo 9. Namun terlihat kendaraan – kendaraan selain truk tetap melintas di jembatan tersebut sehingga terasa cukup mengkhawatirkan. Pantauan Cenderawasih Pos di bagian bawah jembatan terlihat dua batang besi baja sudah berkarat dan ujungnya patah. Bagian atasnya masih bisa dilewati karena tertahan dengan bantalan papan namun jika tetap digunakan dipastikan jembatan Kali Buaya ini bisa benar-benar patah.

Sementara James salah seorang pengendara mobil yang ditemui kemarin menurutkan dirinya sudah sejak Sabtu diarahkan melewati Kilo 9 karena jembatan buaya sudah semakin rapuh. Jadi untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan maka sudah ada instruksi untuk lewat kilo 9. “ Iya, kita jadi mutar lagi kalau ke Koya, lebih jauh lah, kami berharap jembatan yang sedang dibangun segera diselesaikan,” ungkapnya.

Senada dengan James, Arum pun melontarkan bahwa jembatan tersebut perlu segera diaktifkan lagi, hal ini untuk meningkatkan akselerasi pertumbuhan di Distrik Muara Tami. “Dari kemarin, kendaraan dora dua diarahkan ke kilo 9,” jelasnya. “Saya kira ini peluang, jadi kami sebagai pengguna berharap jangan sampai penyelesaiannya sampai tahun depan,” katanya penuh harap. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *