Tidak Boleh Ada Istilah Rumah Sakit Ditutup!

dr. Silwanus Sumule (Gratianus silas/Cepos)

JAYAPURA- Walaupun terus meningkatnya kasus Covid-19 terhadap petugas kesehatan di Papua, Pemerintah Provinsi Papua meminta tidak boleh ada rumah sakit yang ditutup. Hal itu tegas disampaikan Juru Bicara Satgas Covid-19, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K).

Kata dr. Sumule, ini merupakan bagian dari hasil rapat yang dilakukan pihaknya bersama direktur rumah sakit di Kota Jayapura, Rabu (15/7) kemarin.

“Pemprov minta tidak boleh ada rumah sakit yang tutup. Itu tegas. Rumah sakit harus tetap operasional, melaksanakan tugasnya sesuai dengan kemampuannya. Jadi, tidak boleh ada istilah rumah sakit ditutup,” terang dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K)., Rabu (15/7) kemarin.

Kemudian, rumah sakit juga diminta untuk dapat mengoptimalkan sistem rujukan. Artinya, jikalau terdapat rumah sakit yang memiliki kelebihan pasien dari kapasitasnya, maka sistem rujukan dapat diterapkan.

“Selain itu, kita juga sedang menyiapkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang dokter bergerak. Sekiranya dalam minggu-minggu ini sudah dapat kita selesaikan,” tambahnya.

Adapun, telah disepakati bahwa seluruh petugas kesehatan yang terlibat langsung dalam pelayanan Covid-19 di seluruh rumah sakit, akan dilakukan swab. Jadi, tidak lagi Rapid Test, melainkan melakukan tes swab dengan metode PCR. Tujuannya, kita ingin mengetahui kondisi terkini menyangkut layanan kesehatan,” pungkasnya. (gr/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *