SD dan SMP Masih Siapkan Protokol Kesehatan

Mayela Yeterok, S.Pd (Sulo/Cepos)

MERAUKE-Kendati  tatap muka   proses belajar  mengajar   sudah dimulai  terhitung   sejak  Senin  13 Juli 2020, namun  sampai   Selasa   kemarin belum ada   sekolah  yang  memulai  proses belajar  dengan cara tatap muka  tersebut. Baik SD maupun SMP masih  menyiapkan  protokol  kesehatan  untuk dapat memulai tatap muka.   

   Kepala Sekolah SD Inpres  Mopah Baru Merauke Purwanto, S.Pd  mengungkapkan  bahwa proses   belajar mengajar secara tatap muka ini akan   dilakukan setelah protokol kesehatan sudah  siap. “Mulai   kemarin, hari  ini dan besok  itu kami memberikan sosialisasi  dulu kepada siswa. Kemarin   untuk kelas 1 dan 2. Hari ini kelas 3 dan 4. Sedangkan    untuk besok  kelas  5 dan 6,” kata Purwanto.

   Selain  sosialisasi  tersebut, jelas dia, ada  beberapa tahapan  yang harus diperhatikan dan disiapkan. Diantaranya, tempat cuci tangan, sabun  cair, hand sanitizer, tissu,  alat pengukur  suhu tubuh, alat  penyemprot, cairan desinfektan, tempat sampah, sapu dan ketersediaan air yang mengalir serta  toilet yang memenuhi standar kesehatan.

  “Sebagian itu sudah  kita siapkan. Tapi  ada beberapa yang belum kita  miliki diantaranya alat pengukur suhu badan,” katanya.

   Menurut dia, jika semuanya ini sudah siap  maka barulah  pembelajaran tatap muka   ini  dimulai. Sebab, nantinya setiap siswa yang datang, saat masuk  pekarangan  sekolah  terlebih dahulu  cuci tangan, kemudian  mengeringkan tangan dengan  tissu. Setelah   itu  kemudian  suhu  badannya  diukur. Jika Normal kemudian masuk ke dalam  kelas.   

  Untuk  pelajaran, kata dia dilakukan dengan tatap muka bergilir terbatas. Artinya, untuk Senin  dan Selasa  kelas I dan II,  lalu Rabu dan Kamis  kelas III dan IV. Sedangkan  Jumat dan  Sabtu  kelas V dan VI. Setiap  harinya, hanya 2 kali shift pembelajaran yakni shift  pertama  mulai pukul 07.30-09.10 WIT. Sedangkan shift kedua mulai pukul 09.30-11.10 WIT.       

   “Setelah pembelajaran pertama, maka  ruangan akan  disemprot desinfektan terlebih dahulu. Begitu  juga siswa  harus cuci tangan sebelum masuk  ruang kelas,” terangnya.

  Secara terpisah, Kepsek  SMPN Mayela Yeterok, S.Pd   ditemui  media ini menjelaskan hal yang sama. Meski   tempat cuci tangan  dan cuci tangan dan alat ukur suhu   badan sudah ada namun menurut  Mayela Yeterok  bahwa sesuai keputusan  rapat MKKS  SMP  Kabupaten Merauke  bahwa   untuk 1 minggu  ini  dilakukan sterilisasi sekolah, setelah itu kemudian   dibahas bagaimana RPP yang  akan dipakai, tehnik tatap muka dan sosialisasi  kepada orang tua.      

    Menurut   Mayela  Yeterok  bahwa   untuk    kelas VII  akan masuk  sekolah  pada Senin dan Selasa, kemudian kelas VIII  akan masuk  pada Rabu dan  Kamis. Sedangkan  kelas IX akan masuk  pada Jumat  dan Sabtu. “Untuk kelas   VII di sini  ada  10 kelas,  maka itu akan dibagi  menjadi 20 kelas.  Dimana  setiap  kelas nanti hanya  16  siswa  dalam ruangan,’ terangnya.   Untuk masker, menurut Mayela   Yaterok, pihaknya  sudah menyiapkan   masker yang akan dibagikan kepada setiap  siswa   1 masker.   (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *