Pasien Positif Covid Tambah Satu Lagi

Jhon Richard Banua, SE, MSi, (Denny/ Cepos)

Pemda Yalimo Diminta Tutup Jalan Darat

WAMENA-Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 Jayawijaya Jhon Richard Banua mengungkapkan bahwa saat ini di Wamena ada penambahan satu lagi pasien positif Covid-19. Dimana dengan bertambahnya satu kasus ini, saat ini ada 7 pasien Covid yang dirawat di RSUD Wamena.

  “Pasien positif yang dirawat ini semuanya dari penumpang yang menambah kasus baru di Jayawijaya, untuk masyarakat dalam kota Wamena sendiri tidak ditemukan sementara ini. Sebelum keluar dari Wamena mereka harus melakukan rapid test namun hasilnya saat ini baik, namun yang dari Jayapura ini yang menjadi masalah,” ungkap Jhon Banua, Rabu (15/7) kemarin

   Menaurutnya, tambahan satu kasus ini, diketahui  saat dilakukan rapid test bersamaan Sabtu (11/7) lalu, dmana dari hasil rapid test di  Jayapura non Reaktif, sedangkan hasil rapid di Wamena reaktif , setelah dilakukan swab ternyata positif Covid -19.

   “Ini (rapid test)  dilakukan pada tanggal yang sama, namun hasil yang keluar berbeda, dari banyaknya pasien yang menambah kasus baru di Wamena , maka kami berharap pihak penerbangan juga berhati -harti karena dalam penerbangan ada pilot dan Pramugari yang melakukan kontak dengan pasien yang ditemukan positif di Wamena.”bebernya.

   Sementara untuk kontak antara masyarakat dalam pesawat yang bersebelahan tempat duduk ,petugas  dari tim gugus sudah melakukan pemeriksaan , sehingga mungkin crew penerbangan juga harus melakukan rapid dan swab, karena termasuk kontak langsung dengan pasien dalam pesawat,

   Secara terpisah Ketua Tim Gugus Tugas Lapago Marthin Yogobi   berharap dengan dibukanya dalan darat Trans Wamena Yalimo -Jayapura, Pemda Yalimo bisa memberikan perhatian yang serius. Sebab, ada beberapa anak -anak dari wilayah Lapago ini dari Jayapura bisa tembus sampai ke Wamena hanya menggunakan motor,

   “Mereka yang lewat jalan darat ini kan tidak diperiksa, sehingga tak tahu apakah itu reaktif atau tidak karena pemeriksaan yang dilakukan di Jayapura juga akurasinya juga masih diragukan,”bebernya

   Seperti pengawasan yang dilakukan di Bandara Wamena setiap kali rapid tes, darah itu diambil di Vena pergelangan Lengan kemudian langsung ditindak lanjuti dalam pemeriksaan swab dan masih ada yang ditemukan positif apalagi yang melewati jalan darat.

   “Oleh karena itu, kami akan membangun koordinasi dengan Pemda Yalimo kalau akses itu bisa ditutup maka kita tutup lagi  sementara.” Ujarnya.

  Yogobi menambahkan jika beberapa Bulan lalu memang jalan darat sudah tutup, tapi mungkin karena melihat Yalimo aman dari Covid dan mungkin ada beberapa pejabat yang dari Jayapura ikut jalan darat, mereka coba buka dan sekarang sudah terbuka sehingga banyak orang sudah naik dan turun ke Jayapura lewat jalan darat .(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *