Tak Bisa Kumpulkan Banyak Massa, PMKRI Kecewa

Penyerahan aspirasi dari Ketua Presidium PMKRI Cabang Jayawijaya  Arianus Lokobal kepada Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi dan Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi, SH, M.Hum di halaman Kantor Bupati Jayawijaya, Senin (13/7). (Denny/Cepos)

Kapolres: Polisi Tak Batasi Aspirasi, Hanya Batasi Jumlah Massa

WAMENA – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Indonesia (PMKRI) mengaku kcewa dengan tindakan aparat kepolisian yang tak mengizinkan mereka untuk orasi mengumpulkan massa di beberapa tempat  seperti Wouma, Sinakma, Hom-hom dan Potikelek sehingga mereka menilai hak demokrasi untuk menyampaikan aspirasi ditutup

   Senior PMKRI Yosep Lokobal menyesalkan sikap aparat kepolisian tersebut. Sebab, pihaknya hanya ingin roh Jayawijaya yang dulu itu harus kembali. Seperti di bidang musik ada beberapa grup music, di bidang olah raga ada Persiwa Wamena , dan juga pertandingan tinju. Penyampaian aspirasi ini murni untuk perubahan Jayawijaya tak ada embel-embel lain.

   PMKRI tak berpikir untuk anarkis, namun sebelum melakukan aksi demo damai  yang sudah direncanakan, sudah diangkat ke Kantor otonom meskipun sudah ada surat izin dari Polres Jayawijaya. “Jangan sampai suatu saat apa yang dipendam masyarakat bisa semua diluapkan, sehingga apa yang ingin disampaikan masyarakat tolong diberikan ruang. Sebab, sejak 2018 hingga memasuki 2020, artinya sudah 2 tahun ini masyarakat bisa menilai mana yang meonjol dan mana yang tidak,”bebernya

   Secara terpisah Kapolres Jayawijaya AKBP.Dominggus Rumaropen menegaskan bahwa pihaknya  tidak pernah membatasi aspirasi, artinya yang melakukan aksi sudah melakukan orasi, pikiran dan pendapat di depan pemerintah daerah.

  “Tujuan penyampaian aspirasi ke Pemerintah daerah sudah dilakukan tadi dan semuanya sudah dilakukan. Artinya tidak ada pembatasan aspirasi, nyatanya tidak ada aspirasi yang berkurang kepada pemrintah tadi,”ungkapnya Senin (13/7) kemarin. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *