Rongsokan Berkarat dan Keropos Diubah Jadi Sepeda Unik

Norman Febri sedang merakit minion bike di rumahnya, Desa Sumberbendo, Kecamatan Pare kemarin.

Norman Febri Lulusan otomotif SMK yang Piawai Rakit Minion Bike

Sejak kecil Norman Febri senang utak-atik sepeda. Ketika melihat minion bike di internet, dia pun tertarik. Tiga bulan lalu mulailah dirakitnya sendiri sepeda mini unik itu. Sudah puluhan yang terakit. Karyanya diminati pencinta sepeda kayuh.

LU’LU’UL ISNAINIYAH, Kabupaten, JP Radar Kediri

Senin siang itu (13/7) sekira pukul 10.30, cuaca tidak terlalu terik. Langit terlihat mendung. Sehingga hawa terasa agak sejuk. Ketika itu, Jawa Pos Radar Kediri (Grup Cenderawasih Pos) bertandang di Desa Sumberbendo, Kecamatan Pare. Dari pusat keramaian Kecamatan Pare jaraknya sekitar 2,5 kilometer (km).

Hingga sampaikan ke sebuah rumah yang dituju. Lokasinya berada di pinggir sawah. Dari depan tampak tiga sepeda berjajar. Tak seperti sepeda umumnya, kendaraan non mesin tersebut terbilang cukup unik. Baik bagi pengguna sepeda baru ataupun lama.

Sepeda itu terlihat berukuran kecil atau mini. Bahkan bisa dibilang sepeda untuk usia anak-anak. Namun siapa sangka sepeda dengan sebutan minion bike tersebut saat ini sedang digandrungi oleh para pencinta sepeda.

Hal ini diungkapkan oleh Norman Febri, salah satu pengguna sekaligus perakit sepeda minion bike. Ia mengaku, belum lama mengenal sepeda unik ini. “Saya tahu sepeda ini baru beberapa bulan yang lalu Mbak,” terangnya saat ditemui sedang memasang pedal sepeda.

Norman baru mengenal jenis minion bike pada April lalu. Terhitung masih tiga bulan hingga kini. Awal mula dia mengetahui sepeda tersebut ketika berselancar di media sosial (medsos). “Waktu itu pas buka-buka media sosial tiba-tiba muncul sepeda jenis tersebut,” ungkapnya.

Karena mengetahui hal itu, Norman pun dibuat penasaran. Sehingga dia mulai mencari informasi mengenai minion bike. “Saya pas lihat kok lucu gitu ya Mbak. Terus saya mulai lihat-lihat lebih lanjut tentang sepeda itu,” jelas pria berusia 28 tahun ini.

Sampai akhirnya, Norman berkeinginan untuk merakit sepeda tersebut secara mandiri. Pada awalnya ia mencari cara untuk merakit dengan membuka chanel Youtube dan internet. Ia tidak merasa kesulitan merakit sepeda tersebut.

Pasalnya Norman memiliki bakat dalam hal custom sepeda. “Saya dulu lulusan SMK Canda Bhirawa, Pare. Jurusan otomotif, juga dari kecil suka custom sepeda. Jadi ya nggak terlalu sulit Mbak,” paparnya.

Pada dasarnya minion bike berasal dari sepeda mini berukuran 20 inci yang yang sudah lama. Maka untuk mencari kerangka sepeda tersebut masih jarang ditemukan. “Sepeda mini kan sudah lama Mbak, juga anak muda sekarang gak ada yang minat,” ujarnya.

Norman mengaku, harus mencari sepeda bekas tersebut dari desa ke desa. Hanya saja, untuk kondisi barang belum bisa dipastikan dalam keadaan utuh. Ada yang keropos. Bahkan sudah berkarat.

Sehingga dia harus merapikan kekurangan tersebut. Hingga terangkai menjadi kembali utuh. “Belinya kadang ada yang keropos besinya, itu ya dilas saja Mbak,” katanya.

Untuk keperluan onderdil lainnya, Norman mendapatkan dari toko sekitar. Namun, ia masih kesulitan untuk mendapatkannya. Pasalnya, beberapa toko sudah kehabisan onderdil akibat diserbu oleh beberapa pengguna sepeda. “Sekarang yang sulit nyari onderdil yang mulai langka,” tuturnya.

Dengan merakit sepeda sendiri, Norman sempat mengirim sepedanya hingga ke luar kota. “Pernah kirim ke Solo Mbak, waktu saya pajang status di Facebook, terus ada orang Solo tertarik,” akunya.

Hingga kini, Norman sudah bergabung dengan komunitas minion bike di Kecamatan Wates. Ia rela bergabung dengan komunitas tersebut untuk menambah jaringan teman serta tempat meyalurkan hobi.

Bisa di bilang di Kediri masih jarang orang mengetahui sepeda unik ini. Bahkan di Pare sendiri belum ada komunitas yang menaungi para pencinta sepeda mini ini.

Saat berkumpul dengan sesama komunitas, Norman rela mengayuh sepeda mininya dalam waktu 45 menit ke Kematan Wates. Bukan jarak yang dekat, namun hal itu rela ia lakukan demi dapat berkumpul bersama-sama anggota komunitasnya.

“Ya memang jauh Mbak, apalagi ini sepedanya kecil harus bungkuk, ya capek juga,” ujar pria yang mengenakan kaus hitam ketika ditemui wartawan koran ini kemarin. (ndr/JPG)

1 thought on “Rongsokan Berkarat dan Keropos Diubah Jadi Sepeda Unik

  1. Hanya perlu modal dikit aja kita bisa jadi kaya,
    gimana caranya yaa…???
    buruan dech ke qqharian
    bikin hati senang kondisi dompetpun tenang….
    TAPI jangan lupa join now, kalo mau cepat ikutan kaya…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *