Waspada Terjadi Instabilitas  Karena Revisi Otsus

Sekjend BMP, Yonas Nusi

JAYAPURA – Otonomi Khusus Papua kini tengah memasuki fase evaluasi. Ada banyak pemikiran dan usulan yang akan dituangkan dalam perbaikan Undang – undang Otsus tersebut. Nah Barisan Merah Putih (BMP) Provinsi Papua melihat bahwa ada hal yang perlu diwaspadai dalam evaluasi tersebut terutama soal rasa. Sekjend BMP, Yonas Nusi   berpendapat bahwa jika dalam dalam penyusunan maka bisa berdampak pada instabilitas daerah.

UU Otsus lahir dari darah dan air mata sehingga harus benar-benar menyentuh apa yang menjadi pemikiran rakyat. “Kami menghormati apa yang dilakukan Mendagri terkait usulan agar UU Otsus diperbaiki. Saya lihat  beberapa waktu lalu ada pertemuan Mendagri dan DPD RI dimana hasilnya adalah revisi terbatas dan memang kita harus memilih jalan alternatif,” kata Yonas Nusi di Hamadi, Jumat (10/7). Harus terbatas sebab jika dilakukan perombakan secara total maka akan menimbulkan pekerjaan yang luar biasa. Karenanya ia berpendapat sebaiknya usulan Pemda soal Otsus plus saja yang dirapikan.

“Ini agar tak banyak membuang energi. Lalu terkait pelaksanaan dana Otsus kami sepakat dibuatkan lembaga tersendiri dan kami pikir ini perlu dikomunikasikan baik agar lembaga independen ini bisa mengawal secara maksimal penggunaannya,” sambung Yonas.

Apalagi yang menjadi persoalan saat ini adalah banyak penggunaan dana Otsus yang belum terkontrol secara baik. Satu hal lain yang disampaikan Yonas adalah masih ada Undang – undang Pemerintahan Daerah lalu   undang – undang sektoral lainnya yang berpedan di tengan UU Otsus sehingga ini juga bisa menciptakan persoalan baru

“Jika tidak diatur baik maka bisa pemicu konflik. Coba perhatikan banyak masyarakat meminta memisahkan diri itu karena ketidakpuasan jadi pikiran saya hanya dua, revisi terbatas atau mengakomodir usulan Gubernur Lukas Enembe. Jika salah melakukan revisi UU Otsus maka peluang lahirnya gejolak politik sangat memungkinkan. Otsus jangan hanya sebuah nama yang akhirnya memunculkan kalimat Jakarta tak pernah percaya kepada Papua,” sindirnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *