Rentan Terpapar Covid-19, Warga Tolikara Diimbau Tunda Kehamilan

Kepala Bidang Keluarga Berencana Decefera Pagawak,S.Sos bersama staf Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana  Kabupaten Tolikara  saat melaukan sosialisasi dn menyalurkan bantuan alat kontrasepsi dan paket   sembako di Kampung KB di Kutime, Tolikara,  Senin (6/7).

KARUBAGA-Sejak Pemerintah Pusat berlakukan  Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran Covid-19, sejumlah klinik kesehatan dan kandungan ditutup. Kondisi ini membuat masyarakat sulit mengakses alat kontrasepsi. Sehingga angka kehamilan meningkat tinggi, sementara angka rentan terpapar wabah virus corona tinggi terhadap wanita hamil.

   Karena itu Bupati Tolikara Usman G. Wanimbo,SE,M.Si melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3A dan KB) Kabupaten Tolikara, Bidang Keluarga Berencana (KB) menyalurkan Bantuan alat kontrasepsi ke 10 Kampung Keluarga Berencana (KB) yang tersebar di beberapa titik sebagai pusat jangkauan untuk beberapa Distrik sekitar. Bantuan alat kontrasepsi yang disalurkan itu berupa  pil atau kondom untuk jangka pendek dan juga alat kontrasepsi motode jangka panjang seperti IUD atau implan.

  Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3A dan KB) Louwies Genongga, melalui Kepala Bidang Keluarga Berencana Decefera Pagawak,S.Sos usai kegiatan sosialisasi dan penyaluran bantuan alat kontrasepsi di salah satu kampung Keluarga Berencana KB Gurikme di Karubaga Rabu (8/7).

“Saya kira banyak orang tidak menggunakan alat kontrasepsi dalam kondisi pandemi Covid-19 ini. Banyak juga orang yang mematuhi peraturan pemerintah untuk tinggal di rumah kecuali ada keadaan darurat yang mengharuskan ke luar rumah. Jadi apabila pasangan pasutri berencana hamil, saat ini tunda dulu, sekarang bukan waktu yang tepat, tolong gunakan alat kontrasepsi,”ujar Kabid KB Decefera Pagawak.

   Menurut Kepala Bidang Keluarga Berencana Decefera pagawak,S.Sos sesuai data Covid-19 secara Nasional bahwa jumlah lebih tinggi wanita hamil lebih rentan terpapar wabah virus korona dibanding jumlah pria. Karena kondisi kesehatan tubuh atau imun wanita hamil rata – rata lemah, sehingga lebih rentan terpapar virus corona.

   Bagi mereka yang sudah terlanjur hamil dan saat ini tengah mengandung buah hatinya, Decefra minta untuk tetap tenang dan menjaga dengan sebaik mungkin. Ia menyatakan sosialisasi yang sama terus dilakukannya selain 10 kampung KB itu,juga digelar di gereja – gereja.  Langkah ini didorong karena Dinas Pemberdayaan Perempuan dan  KB mengkhawatirkan masyarakat yang sedang  mengandung (hamil) terpapar virus corona.

   Selain kegiatan sosialisasi dan penyaluran bantuan alat kontrasepsi itu,Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB menyalurkan paket sembako kepada masyarakat yang terdampak wabah Virus Corona. Beberapa Kampung KB yang sudah tersalurkan bantuan paket sembako itu diantaranya Kampung KB Kanggime,Kutime,Kubu,Taman Kanak – kanak TK Paud pembuka Karubaga dan Gereja Kimibur. (Diskominfo Tolikara)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *