Ratusan Penumpang di Bandara Sentani Abaikan Prokes

Suasana antrean penumpang di Bandara Sentani, Sabtu (11/7), pagi. Terlihat ratusan penumpang ini tidak lagi mengikuti protokol kesehatan dengan menjaga jarak.

Kapolsek: Kami Sudah Evaluasi dengan Pihak Terkait

SENTANI-Sabtu (11/7), pagi,  suasana antrean penumpang di Terminal Penumpang Bandara Sentani sangat ramai. Ratusan penumpang tujuan lintas wilayah  Papua maupun keluar Papua tampak berdesakan saat mengantri masuk ke dalam terminal bandara Sentani. Hampir dipastikan pada saat mengantri itu, ratusan penumpang ini mengabaikan Protokol Kesehatan (Prokes) dengan tidak menjaga jarak.

“Kita harus antri, kalau tidak begini, kita ketinggalan pesawat,” kata Maksimus, salah satu penumpang pesawat tujuan Merauke saat ditemui di terminal Bandara Sentani, Sabtu (11/7).

Dia mengaku was-was juga mengikuti antrean yang berdesakan itu. Namun terpaksa dilakukan karena sejumlah penumpang harus mengikuti sejumlah tahapan pemeriksaan administrasi sebelum mendapatkan rekomendasi masuk dalam terminal.

“Takut, tapi mau bagaimana lagi,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Kapolsek KP3 Udara Bandara Sentani, Iptu Ihamka M. Imoliana SH menjelaskan berapa hal teknis yang menyebabkan terjadinya penumpukan penumpang di terminal Bandara Sentani, Sabtu (11/7).

“Kendalanya itu pada saat registrasi, masyarakat kita yang tidak mau bersabar, kemudian tenaga KKP juga terbatas dan jumlah flight yang datang secara bersamaan. Baik yang datang maupun yang berangkat secara bersamaan,” jelas Iptu Ihamka M. Imoliana saat dikonfirmasi media ini, Minggu (12/7).

Lanjut dia, hal lain yang menyebabkan terjadinya penumpukan penumpang itu, karena petugas bandara harus membantu para penumpang, khususnya yang dari daerah pegunungan yang belum semuanya memiliki dokumen atau adminitrasi AAC. Sehingga petugas yang seharusnya hanya mengecek kelengkapan dokumen, terpaksa harus mengunduh dokumen itu dan mengisi datanya.

“Banyak masyarakat kita yang tidak mengerti  menggunakan Android. Jadi untuk mengupdate informasi melalui Android aplikasi AAC ini,  mereka tidak bisa. Sehingga petugas KKP yang ada di bandara selain mereka mengisi administrasi secara manual, mereka juga membantu masyarakat untuk mendownload aplikasi AAC itu. Sehingga ini yang menyebabkan penumpukan,” jelasnya.

Kemudian kendala lainnya adalah pengaturan akses  masuk dan keluar  terminal yang hanya melalui satu pintu saja. “Tidak bisa terbendung kelihatannya seperti di stadion, karena memang kondisi pengaturan tempat keberangkatan dan kedatangan itu berdekatan, langsung bersamaan dengan itu. Sama-sama mengakses ke jalur yang sama. Sehingga terjadi penumpukan luar biasa karena pesawat yang keluar Papua dan di dalam Papua ditumpuk dalam satu tempat,”jelasnya lagi.

Sehubungan dengan protokol kesehatan, sebenarnya pihaknya sudah berulang kali memberikan sosialisasi. Namun kurangnya kesadaran masyarakat untuk menindaklanjuti himbauan itu akhirnya terkesan tidak pernah diatur.

Dia menambahkan, persoalan itu langsung dievaluasi dan saat ini pengaturannya sudah kembali normal. pihaknya juga sudah memastikan jarak antrean sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku,”tambahnya. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *