Polres Jayawijaya Salurkan Bantuan Kapolda kepada FKUB

Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen secara simbolis menyerahkan bantuan Kapolda Papua kepada Ketua FKUB Jayawijaya Pdt. Esmond Walilo didampingi Sekretaris FKUB Pdt Alexander Mauri di Mapolres Jayawijaya Jumat (10/7) kemarin. (Denny/ Cepos)

WAMENA-Usai menyalurkan bantuan dari Kapolri,  Polres Jayawijaya kembali menyalurkan bantuan Covid-19 dari Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw yang diperuntukan untuk Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Jayawijaya agar bisa dibagikan kepada tokoh -tokoh dari 5 Agama yang ada di Jayawijaya.

   Kapolres Jayawijaya AKBP. Dominggus Rumaropen mengungkapkan bah wa bantuan yang disalurkan berupa 5 ton beras  dan beberapa bahan makanan lainnya dari Kapolda Papua kepada FKUB Jayawijaya. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dari Pimpinan Polri di Papua dalam hal ini Kapolda Papua,

  “Bantuan ini diberikan kepada FKUB Jayawijaya yang membawahi 5 agama bisa menyalurkan bantuan ini kepada para tokoh agama yang tergabung dalam organisasi tersebut, walaupun sedikit tetapi bantuan ini bisa disalurkan dan semua bisa mendapat bagian,”ungkapnya jumat (10/7) kemarin.

      Ketua FKUB jayawijaya Pdt Esmon Walilo usai menerima bantuan Kapolda Papua melalui Kapolres Jayawijaya menyatakan beberapa waktu lalu  dalam pertemuan dengan Kapolda Papua ia menyampaikan keluhan dari tokoh agama di tengah pandemic Covid ini dan kapolda menyatakan akan membantu bahan pangan 5 Ton dan hari ini telah direalisasikan dan telah diterima olehnya.

  Di tempat yang sama Sekretaris FKUB Pdt. Alexander Mauri menyatakan, sasaran dari penyaluran bantuan ini adalah mereka -mereka yang belum tersentuh dari bantuan Pemda Jayawijaya sehingga akan diverifikasi lagi dan turun langsung ke titik -titik dimana tokoh -tokoh agama yang kemarin tidak kebagian bantuan itu.

   “Kita tahu ada bantuan dari Pemda, namun tidak semua tokoh agama mendapatkan bantuan itu contoh seperti kami di GPDI, dalam daftar kami itu ada 49 pendeta namun yang menerima bantuan dari pemda hanya 14 pendeta, namun hal ini kami maklumi karena mungkin juga terbatas,”bebernya.

   Selaku pimpinan umat beragama yang ada dalam lembaga FKUB ini, pihaknya tetap mengambil langkah dan mengupayakan agar tokoh agama mereka yang belum tersentuh ini agar dapat juga membantu mereka khususnya di masa pandemi Covid -19. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *