Jangan Nyampah Jika Tinggal di Kota

Ratusan bahkan mungkin ribuan sampah botol plastik yang menumpuk disepanjang drainase samping Pasar Youtefa  membuat air tak mengalir dengan baik. Sampah – sampah ini disinyalir  terbuang ke dalam drainse akibat kebiasaan warga meletakkan sampah dibibir jalan. Foto diambil Sabtu (11/7) lalu.(Gamel Cepos)

JAYAPURA – Meski Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Jayapura setiap hari terus menangani sampah milik warga dimana setelah dikumpulkan kemudian diangkut menggunakan truk dan dibuang di TPA, ternyata masih ada saja kelompok warga yang tak mau membantu dan bekerjasama. Paling tidak membuang pada tempatnya.

Ini terlihat dari kondisi sampah disepanjang drainase di pintu masuk Pasar Youtefa  Abepura yang terlihat mampet karena dipenuhi sampah plastik. Mirisnya lagi, warga terlihat tak mau ambil pusing dan membiarkan drainase berukuran sekitar 3 meter tersebut tersumbat. Air di drainase ini terlihat tak mengalir dan ratusan bahkan mungkin ribuan botol plastik menumpuk begitu saja. “Masih saja dengan pola lama yang tak berubah.

  Membuang semaunya dan akhirnya membuat saluran air tersumbat kemudian akan berhamburan keluar ketika air meluap dan setelah itu menyalahkan pemerintah dan menganggap pemerintah tidak peka. Harusnya masyarakat sendiri yang menjaga, bukan menunggu pemerintah,” jelas Gunawan, salah satu penggiat sosial di Jayapura, Ahad (12/7). Ia menyebut bahwa dari perilaku seperti ini yang terkadang menimbulkan dampak buruk bagi kawasan sekitar dan seharusnya masyarakat paham jika sampah – sampah tersebut sangat memungkinkan bermuara di laut jika tak tersaring.

  “Seharusnya masyarakat juga paham bahwa dengan adanya covid ini orang justru harus hidup bersih mengingat covid mudah menjangkit ketika imun tubuh tak bagus. Bisa saja kena ISPA  atau diare  yang kemudian mempengaruhi daya tahan tubuh,” jelasnya. Pantauan Cenderawasih Pos disepanjang lokasi, warga lebih memilih meletakkan sampah rumahan maupun bekas produk di kios semisal karton maupun kaleng di pinggiran drainase dan membiarkannya begitu saja hingga terbawa angin atau jatuh ke dalam drainase sehingga tak heran banyak sekali sampah di sepanjang jalur air ini. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *