Rekrut Kembali 10 Karyawan PMI yang Mogok dan Dirumahkan   

Dominikus Ulukyanan, S.Pd (Sulo/Cepos)

MERAUKE-Sepuluh  karyawan  Unit Transfusi  Darah   (UTD) Palang Merah Indonesia  Merauke yang  sebelumnya  melakukan mogok kerja kemudian dirumahkan  oleh pihak  UTD  akhirnya direkrut seluruhnya  untuk  bergabung dengan UTD  PMI Merauke. Plt Kepala  PMI Merauke   Dominikus Ulukyanan, S.Pd ditemui   di Kantor  DPRD Merauke  mengungkapkan bahwa ke-10  orang tersebut seluruhnya direkrut dengan  kontrak kerja.

  “Selama ini  mereka  bekerja tanpa  ada satupun kontrak yang mengikat  mereka. Ada yang bilang sudah 20 tahun   bekerja, ada yang bilang 15 tahun kerja  tapi   tanpa  kontrak kerja. Jadi kerja tanpa  satu dasar hukum,’’ tandas     Dominikus  Ulukyanan  yang juga Wakil Ketua  II DPRD Merauke ini.

   Menurut   Dominikus Ulukyanan  bahwa  seluruhnya    kembali dipekerjakan  tersebut setelah sebelumnya  diberi waktu bagi yang mau   tetap   bekerja  di UTD  untuk  mendaftar   kembali dan dari 10 orang tersebut semuanya   mendaftar  kembali. “Kalau   sudah mendaftar  kembali tidak mungkin  kita  tidak rekrut  kembali,” jelasnya.

   Namun lanjut Dominikus   Ulukyanan,   bahwa  ke-10  karyawan tersebut  tidak  semuanya menempati  posisi  seperti semula  tapi didasarkan  pada kompetensi  masing-masing sesuai dengan aturan yang ada. ‘’Meskipun  di tempat  tersebut   dia  mampu   tapi kalau  basicnya  tidak   sesuai dengan ijazah  dan    persyaratan lainnya maka  pasti  bergeser. Karena itu  juga   merupakan tuntutan  dari masyarakat,’’  katanya.

     Dengan  10 karyawan  yang mogok  dan dirumahkan  tersebut kembali   bekerja,   maka  jumlah karyawan   di UTD PMI  tersebut  bertambah. Karena saat   10 karyawan   tersebut mogok, pihak  UTD PMI   melakukan perekrutan   untuk  mengisi  kekosongan tenaga.       

    “Dengan bertambahnya tenaga   berarti  suatu beban bagi kita.   Tapi di situ, pekerjaan kemanusiaan. Jadi    kita  harus  jalan   supaya   bisa  bayar  honor mereka  setiap  bulannya,”  katanya. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *