Pasar Youtefa Kembali Ditutup

TEMUI PEDAGANG: Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., didampingi Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura Ir. H. Rustan Saru, MM., dan beberapa pejabat Pemkot Jayapura menemui pedagang Pasar Youtefa di lapangan apel kantor Wali Kota Jayapura, Jumat (10/7). (Priyadi/Cepos)

JAYAPURA-Pemkot Jayapura melalui tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura kembali menutup aktivitas di Pasar Youtefa, Distrik Abepura.

Penutupan yang kedua kali ini dilakukan mulai Sabtu (11/7) hari ini hingga Senin (13/7). Penutupan sementara aktivitas pasar kembali dilakukan untuk dilakukan penyemprotan terhadap los atau lapak pedagang yang hasil swab tesnya dinyatakan positif Covid-19.

Hal ini disampaikan Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., saat memberikan penjelasan kepada ejumlah pedagang yang mendatangi kantor Wali Kota Jayapura, Jumat (10/7).

Wali Kota Tomi Mano menegaskan, pedagang yang dinyatakan positif Covid-19 harus dijemput dan dirawat untuk diberikan pengobatan, supaya tidak menularkan kepada pedagang lainnya atau keluarga.

Untuk itu, BTM meminta pedagang yang dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan swab tes untuk mengikuti aturan maupun instruksi pemerintah, karena ini demi keselamatan dan kesehatan bersama.

 Di tempat sama, Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM, meminta maaf sambil memberikan klarifikasi. Diakuinya, sebelumnya ada sekira 115 orang pedagang yang dinyatakan negatif Covid-19 dan telah diberikan kartu bebas Covid-19 warna hijau yang hanya distempel namun belum ditandatangani Ketua Tim Gugus Tugas. Namun saat hasil pemeriksaan swab tes keluar mereka dinyatakan positif Covid-19.

Oleh karena itu, bagi pedagang yang dinyatakan positif diminta untuk tidak berdagang dulu harus diobati.

POTONG AYAM: Dua orang pedagang ayam potong saat memotong daging ayam di Pasar Youtefa, Abepura, kemarin.(Robert Yewen/Cepos)

 “Kami lakukan penarikan kartu bebas Covid-19 di 346 pedagang. Pasalnya ada kekeliruan dari kami saat membagikan kartun itu. Seharusnya kartu yang diberikan bukan hanya distempel tapi juga ditandatangani. Selain itu, saat hasil swab tes keluar terdapat 115 pedagang yang dinyatakan positif Covid-19. Untuk itu, pedagang yang hasil swab tesnya positif, kami mohon maaf dan mau untuk dilakukan perawatan hingga sembuh dan boleh berjualan lagi,’’ jelasnya.

Rustan Saru meminta pedagang yang dinyatakan positif Covid-19 untuk menjalani karantini dan tidak mengganggap hal ini sebagai akal-akalan. “Jangan anggap ini hanya akal-akalan saja, karena sudah jelas hasil pemeriksaan swab telah dikeluarkan Litbangkes Papua atau Labkesda Papua dan ditandatangani. Jika memang tidak percaya lagi silakan pedagang yang positif dilakukan rapid test lagi,” tegasnya.

 Lanjutnya, bagi pedagang yang datang dan melakukan protes di kantor wali kota serta telah mendapat penjelasan agar menyampaikan apa yang telah didengar langsung untuyk disampaikan kepada pedagang lainnya.

 Sementara itu, salah seorang  pedagang Pasar Youtefa bernama Jimmy mengaku lega dengan adanya penjelasan yang telah disampaikan langsung oleh Wali Kota Jayapura, Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura dan lainnya. Karena sebelumnya tidak ada penjelasan yang seperti ini dan malah membuat bingung maupun panik para pedagang yang dinyatakan positif.

 Oleh karenanya, dengan adanya penjelasan ini pedagang sudah terima dan nanti akan disampaikan kepada pedagang lainnya, sehingga penjelasan bisa lebih mudah dan bisa diterima.

Sementara itu, aktivitas jual beli di Pasar Youtefa berjalan seperti biasa, Jumat (10/7). Rata-rata pedagang yang berjualan mengaku sudah menjalani rapid test dan swab test serta hasilnya dinyatakan non reaktif atau negatif Covid-19.

Dari pantauan Cenderawasih Pos, terlihat bahwa para pedagang yang berjualan ada yang memakai kartu hijau hasil rapid test yang dinyatakan non reaktif atau bebas dari Covid-19.

Salma salah seorang pedagang bumbu dapur di Pasar Youtefa mengaku sudah menjalani rapid tes dan hasilnya non reaktif sehingga diberikan kartu berwarna hijau. “Dengan kartu ini, saya bisa berjualan karena hasil rapid tes saya non rekatif,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu pedagang ayam di Pasar Youtefa yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, dirinya juga sudah menjalani rapid test dan swab test. Dari hasil tes tersebut, dirinya dinyatakan negatif Covid-19.

Secara terpisah, Pengamat Ekonomi sekaligus Dosen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Cenderawasih, Kurniawan Patma, S.E, M.Ak mengatakan, dengan ditutupnya kembali Pasar Youtefa selama tiga hari dari segi ekonomi sangat mengganggu. Hal ini karena para pelaku ekonomi di pasar sangat didominasi oleh pelaku UMKM.

Kurniawan menyarankan kepada pemerintah untuk menyiapkan alternatif lain, seperti misalnya memberikan ruang kepada para pelaku UMKM dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. (dil/bet/nat)

1 thought on “Pasar Youtefa Kembali Ditutup

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *