Selamatkan Cycloop, Dewan Adat Garda Terdepan

Bupati Mathius Awoitauw ketika berbincang-bincang dengan salah satu masyarakat adat di Sentani beberapa waktu lalu. Cegah perambahan liar, Pemkab libatkan pihak adat.(Robert Cepos)

SENTANI-Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si mengatakan, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura terus berupaya keras untuk menyelamatkan kawasan penyangga dan hutan cagar alam Pegunungan Cycloop dari aktivitas penebangan dan perambahan liar yang dilakukan oleh oknum masyarakat.

Salah satu cara yang dilakukan saat ini adalah Pemkab bekerjasama dengan Dewan Adat di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura untuk menjadi Garda terdepan untuk penyelamatan terhadap kawasan hutan Cycloop dari ancaman alih fungsi lahan.

“Adat harus di depan, karena mereka yang punya hak ulayat, pemerintah sifatnya hanya membackup saja,” kata Mathius Awoitauw di Kantor Bupati Jayapura, Kamis (9/7).

Dia mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Pemkot Jayapura terkait keterlibatan pihak adat di Kota Jayapura untuk sama-sama mengatasi persoalan perambahan hutan liar di kawasan penyangga gunung Cyloop. Menurutnya, masyarakat adat harus dilibatkan dan mengambil peran  dalam upaya penyelamatan kawasan penyangga  dan hutan lindung.  Karena masyarakat adatlah yang mempunyai hak ulayat atas kawasan tersebut.

Pihaknya berencana peretemuan dengan tokoh adat di kawasan Cycloop, termasuk di Kota Jayapura. Kita akan buat pertemuan. “Ini akan jadi gerakan besar. Tidak ada cara lain, harus kita batasi Cycloop ini. kita akan kumpul semua di salah satu rumah adat obhee, semua stakeholder bisa hadir untuk kita ambil keputusan bersama. Besok kita langsung ambil langkah tegas,”ujarnya menegaskan. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *