Rieke Dicopot Dari Pimpinan Baleg

JAKARTA, Jawa Pos – Fraksi PDIP DPR RI akhirnya secara resmi mengumumkan pencopotan Rieke Diah Pitaloka dari kursi pimpinan Badan Legislasi (Baleg) DPR. Politikus berlatar belakang artis itu tidak mempersoalkan rotasi jabatan itu. Menurut dia, tugasnya di baleg sudah selesai

Ketua Fraksi PDIP Utut Adianto mengatakan, Rabu (8/7) lalu, pihaknya sudah mengirim surat kepada Kesetjenan DPR yang isinya soal pergantian wakil ketua Baleg, yang  sebelumnya dijabat Rieke diganti oleh M Nurdin.

Utut manyatakan, pergantian itu bukan semata-mata untuk penyegaran atau rotasi biasa, tapi ada tugas yang harus diselesaikan. Menurut dia, dalam waktu dekat baleg akan penuh dengan tugas-tugas berat. Salah satunya, RUU Omnibus Law yang sekarang sudah mendekati titik-titik yang krusial. “Selain Omnibus Law, tentu saja ada RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP),” terang dia saat konferensi pers di ruang Fraksi PDIP di Kompleks Parlemen, Senayan kemarin (9/7).

Untuk menghadapi tugas yang berat di baleg, maka Fraksi PDIP melakukan perubahan dan menunjuk Nurdin sebagai wakil ketua baleg. Menurut Utut, Nurdin yang merupakan pensiunan jenderal polisi tentu sangat paham.  Apalagi, Nurdin juga pernah menjadi kapolda.

Dia menegaskan bahwa pergantian itu bukan berarti Rieke tidak mampu melaksanakan tugasnya di baleg, tapi pihaknya hanya ingin meningkatkan frekuensi pasukan di internal fraksi sesuai bidang masing-masing. “Fraksi mendapatkan tugas dari DPP PDIP untuk menempatkan prajurit-prajurit yang sesuai dengan kompetensinya,” terangnya.

Utut mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Rieke yang sudah berjuang habis-habisan di baleg. Sudah banyak yang dikerjakan Rieke. Jadi, pergantian hanya untuk melakukan pengawal terhadap sejumlah RUU yang sedang dibahas di baleg.

Dia menambahkan, rotasi sudah sering dilakukan. Bahkan, dirinya juga pernah dirotasi. Yaitu, dari ketua Komisi X dipindah ke Komisi XI. “Jadi penugasan-penugasan seperti itu sering terjadi dan memang peruntukannya juga ada masa-masanya,” ungkap Utut.

Terkait pencopotan dirinya, Rieke menanggapinya dengan santai. Dia tidak mempersoalkan permindahan jabatan tersebut. Menurut dia, pergantian antar pimpinan fraksi dan anggota alat kelengkapan dewan (AKD) merupakan suatu hal yang biasa.

Saat ditanya apakah pencopotan dirinya terkait ditundanya pembahasan RUU HIP? Rieke tidak mau menjawabnya. Dia menegaskan bahwa tugasnya di baleg sudah selesai. “Dan ada penugasan lain yang tidak kalah pentingnya,” terang dia saat dihubungi Jawa Pos kemarin. Namun, dia tidak mau membuka tugas berat apa yang akan dia emban setelah tidak menjadi wakil ketua baleg.

Rieke menambahkan, tugas baru itu cukup berat dan membutuhkan konsentrasi penuh. Pada waktunya nantinya masyarakat akan mengetahui. Dia akan terus berusaha melaksanakan tugas yang diberikan partai kepadanya. (lum/JPG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *