Pemuda di  Wilayah Adat Tolak Otsus Jilid II

Mahasiswa saat  membacakan pernyataan sikap Menolak Otsus Jilid II, di Waena,  Rabu (8/7). (Noel/Cepos)

JAYAPURA – Merasa pemberlakuan Undang-undang nomor 21 Tahun 2001 di Papua tidak menjamin kehidupan Orang Asli Papua (OAP) anak-anak muda Papua dari tujuh wilayah adat, Lapago, Meepago, Mamta, Saireri, A Hanim Domberai, Bomberai, menolak Otsus pada jilid II.

Penolakan Otsus tersebut  dilakukan pemuda Papua itu dengan aksi singkat yang dilakukan oleh para mahasiswa sambil membentangkan poster, baliho, pemuda pemudi Papua dari 7 wilayah adat meminta Referendum untuk merdeka, di Perumnas II Waena, Rabu (8/7).

Koordinator aksi Tolak Otsus Jilid II, dari Pemuda Pemudi 7 wilayah adat Gisman Yanengga dalam membacakan tuntutan Pemuda dan pemudi dari 7 wilayah adat yang diiringi teriakan yel-yel Papua merdeka  di Waena, Kamis , (9/7) kemarin.

“Saat ini kami bersatu hati bersepakat dan memutuskan bahwa atas dasar hak milik pewaris tanah Papua. Dengan ini kami menyatakan bahwa kami menolak khusus jilid dua. Kami juga menolak rencana pemekaran daerah otonomi baru, berikan kami hak penetuan nasib sendiri,” katanya

Di tempat terpisah,  Albert Mungguar Jubir Pemuda dan mahasiswa Yahukimo Bersatu mengatakan setelah melihat dinamika otsus jilid I yang lahir hanya untuk memadamkan bara api perjuangan politik orang Papua untuk penentuan nasib sendiri.

Ditegaskan, 22 tahun, rakyat Papua berjuang untuk penuntasan kasus HAM berat selama masa Otonomi Khusus hasilnya nihil, Indonesia tidak memiliki itikad baik, apakah rakyat Papua terus berharap kepada  Indonesia yang cacat akan Penegakkan HAM di West Papua.

“Tolak Perpanjangan Otsus Jilid II, segera gelar referendum di West Papua, jika elit-elit politik Papua adalah yang terlibat dalam Perpanjangan Otsus Maka pengadilan rakyat papua memanti anda,  orang Yahukimo yang bekerja di birokrasi Indonesia jika kedapatan terlibat dalam perpanjangan Otsus maka alam dan pengadilan rakyat di Yahukimo menanti anda,” katanya. (oel/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *