Ketua Dewan Adat Pegubin Ngaku Tidak Pernah Diwawancara

Yohanes Kakyarmabin, S.ip M.si 

JAYAPURA-Ketua Dewan Adat Daerah Aplim- Apom Sibilki Yohanes Kakyarmabin, SIP, MSi MSi mengaku dirinya tidak pernah diwawancara oleh wartawan media masa. Karena itu, dirinya kaget saat ada berita di media online pada 7 Juni 2020 dengan judul “Kecewa pada Costan Oktemka, Masyarakat Pegunungan Bintang Butuh Pimpinan Baru,” yang seolah merupakan pernyataannya.

   “Saya tidak pernah diwawancara oleh siapapun  terutama wartawan soal ini,”ujar Yohanes Kakyarmabin yang  mengaku dirinya dan lembaga dewan adat dirugikan, sebab dirinya tidak perna berkata demikian yang mengatasnamakan dirinya dan masyarakat lalu wartawan memberitakan secara sepihak.

  Dikatakan Yohanes, bahwa masyarakat dan kaum intelek perlu ketahui bahwa dewan adat tidak memihak kepada siapapun akan tetapi justru Dewan Adat   mendukung apa yang akan menjadi pilihan rakyat.  “Siapapun yang dipilih rakyat itulah hasil dewan adat, sebab dewan adat identik dengan masyarakat dan masyarakat adalah dewan adat itu.”ujarnya.

  Secara terpisah, Bupati Pegunungan Bintang Costan Oktemka merasa dirugikan dari pemberitaan itu. Karena itu, Bupati menegaskan, agar siapapun dia baik media nasional ataupun lokal dapat melakukan wawancara langsung dengan narasumber baru dinaikkan berita, jangan menyebar hoax tanpa melakukan wawancara, harus sesuai etika jurnalis.

   “Menyangkut pemberitaan kemarin bahwa adanya ketidakpercayaan masyarakat Kepada Bupati dan meminta adanya pemimpin yang baru itu ternyata setelah dicek,  Pak Ketua Dewan Adat mengaku tidak pernah diwawancara baik lewat telepon atau wawancara langsung, bahkan beliau kaget atas nama beliau, karena jika ada pemberitaan melalui lembaga masyarakat adat maka harus lebih dulu dimusyawarahkan baru dibicarakan secara lisan atau tertulis, maka adanya pemberitaan kemarin itu di tengah Pilkada saat ini kami nilai ini ada permainan  orang kepentingan politik,” katanya. (oel/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *