Danrem 172/ PWY Dorong Pengembangan Budidaya Pangan Lokal

Danrem 172/ PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan bersama Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi beserta Forkopimda melakukan Panen Raya Hipere di Distrik Pisugi Kabupaten Jayawijaya, Kamis (9/7) kemarin. (Denny/Cepos)

WAMENA-Danrem 172/ Praja Wira Yakti  Brigjen TNI Izak Panemanan bakal mendorong anggotanya dan masyarakat di Pegunungan Tengah Papua khususnya di Jayawijaya, untuk terus membudidayakan pangan lokal. Diantaranya, seperti Hipere (Ubi Jalar) dan komoditi unggulan  lainnya  yang dibudidayakan  masyarakat untuk ketahanan pangan dalam masyarakat sendiri.

  “Kunjungan ini agar apa yang dilakukan oleh mereka dapat saya ketahui dan apa yang menjadi kendala mereka dalam melaksanakan tugas juga menjadi tanggungjawab saya untuk dapat diatasi bersama,”ungkapnya Kamis (9/7) saat ditemui usai melakukan panen pangan Lokal Hipere di Distrik Pisugi Kabupaten Jayawijaya.

   Ia juga menyatakan akan menurunkan personelnya untuk membantu masyarakat dalam membuka kebun di Jayawijaya. Sebab, perang TNI saat ini adalah perang melawan kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan, sehingga saat ini TNI sedang menuju kesana, dan pada saat ini ia melaksanakan panen raya.

   “Kita lihat banyak komoditi yang bisa ditanam atau dibudidayakan di Jayawijaya salah satunya yang dipanen tadi Ubi jalar yang merupakan makanan pokok lokal dalam masyarakat Lapago,”jelas Danrem 172/PYW.

    Di tempat yang sama Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua menyatakan kunjungan Danrem 172/ Praja Wira Yakti bersamaan dengan panen raya. Dimana panen di Distrik Pisugi ini yang paling siap. Karena itu, Bupati menyampaikan terima kasih kepada kepala Kepala Distrik, Kepala Kampung dan masyarakat Distrik Pisugi dan Distrik Wita Waya.

   “Panen ini untuk mengajak masyarakat semua di 40 Distrik di Jayawijaya harus banyak membuka kebun, karena situasi Covid -19 sehingga kita harus lebih banyak di Kampung untuk bekerja membuka kebun, sawah, apa yang diarahkan oleh dinas pertanian untuk bekerjasama dengan masyarakat harus dilakukan,”bebernya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *