Biaya Rapid Test  Rp 150 Ribu Termasuk Swasta 

Warga yang akan melakukan  perjalanan  keluar Merauke  saat  antri  untuk rapid test di  lantai dasar Kantor  bupati  Merauke,  kemarin.  ((Sulo/Cepos)

MERAUKE- Biaya rapid test  sebesar  Rp 150.000  yang  ditetapkan  oleh Kementerian Kesehatan  bagi pelaku  perjalanan  seluruh Indonesia, tidak hanya   berlaku    bagi    rapid test yang dilakukan  oleh  pemerintah namun   berlaku juga bagi  unit layanan swasta.   

  “Itu  berlaku   di seluruh  Indonesia, jadi   besaran biaya   rapid test ini  tidak hanya  berlaku    bagi layanan pemerintah   tapi  juga  untuk layanan  yang digelar swasta,” tandas  Menteri Kesehatan    Republik Indonesia  dr.  Terawan Agus  Putranto menjawab pertanyaan wartawan  saat   kunjungan kerja bersama menteri Koordinator PMK  dan Ketua Gugus Tugas  Covid-19 Nasional.

   Menurut Terawan  Agus, harga  tersebut  sudah dipertimbangan  agar  tidak memberatkan masyarakat. Menurutnya,  Rp 150.000 sekali rapid yang ditetapkan tersebut  merupakan harga  batas atas. Namun   soal  berapa harga wajarnya,  tambah Menkes, bukan  kewenangan pihaknya   lagi untuk menentukan.

  Sementara   itu,   terkait dengan  keluarnya  surat edaran Menkes  RI tersebut, Pemerintah Kabupaten Merauke  terhitung sejak Rabu  (8/7)  telah  memberlakukan  harga  Rp 150.000 sekali   rapid tersebut.  Ngatinem, salah satu  warga  Merauke  dari  SP 1 Tanah Miring Merauke  memberi   apresiasi atas penurunan   biaya rapid   tersebut karena  menurutnya mengirangi beban  perjalanan.

  “Sebagai   masyarakat biasa, kami memberi apresiasi    atas  penurunan  harga  ini menjadi  Rp  150.000,’’ katanya. Ngatinem  sendiri     terhitung     2 kali   melakukan  rapid test bersama  2 anggota  keluarganya.   Pasalnya, sebelumnya    dia bersama   suami dan anaknya  sudah melakukan   rapid test  dengan  biaya Rp 210.000  perorang.

  Namun   tiket yang  dibooking     untuk berangkat  tanggal 2 Juli  2020   diundur   pihak   maskapai  ke tanggal 27  Juli, sehingga   hasil rapid test  yang sudah diperolehnya  mubazir alias  tidak berlaku  lagi.   Karena  surat  sehat hasil  rapid tersebut   hanya berlaku  selama  14 hari. ‘’Ya,   terpaksa  harus ikut  rapid test  lagi supaya bisa   melakukan perjalanan. Mudah-mudahan  nanti  tiketnya tidak  dicancel atau  diundur lagi,” harapnya. (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *