Belum Bisa Cetak Mandiri dengan Kertas HVS

ANTRE PELAYANAN: Sejumlah warga saat mengantre untuk mengurus pelayanan di kantor Dinas Dukcapil Kota Jayapura di gedung Otonom Kota Jayapura, Kamis (9/7).(Priyadi/Cepos)

Terkait Pencetakan Mandiri Dokumen Administrasi Kependudukan

JAYAPURA-Meskipun secara nasional mulai Juli 2020 pencetakan dokumen kependudukan di luar E-KTP dan KTP anak bisa diprint secara mandiri menggunakan kertas HVS, namun di Kota Jayapura pelayanan tersebut belum bisa dilakukan.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jayapura, Dr. Merlan S. Uloli, MM., mengakui secara nasional pelayanan pencetakan mandiri menggunakan kertas HVS mulai berlaku bulan Juli 2020.

Namun untuk Kota Jayapura, pihaknya belum melakukan pelayanan tersebut lantaran belum melakukan sosialisasi ke masyarakat.

“Sosialisasi sebenarnya sudah kami programkan untuk dilakukan pada Maret 2020 lalu. Namun karena adanya pandemi Covid-19, sosialisasi belum sempat dilakukan,” jelas Merlan Uloli kepada Cenderawasih Pos, Kamis (9/7).

Selain belum melakukan sosialisasi, kendali lain yang dihadapi untuk penerapan pencetakan mandiri yaitu jaringan internet yang terkadang kurang begitu lancar.

“Disamping itu belum semua warga kita menguasai IT. Untuk itu, kami tetap memberikan pelayanan pencetakan di kantor dan secara bertahap kita akan lakukan pelayanan pencetakan secara mandiri menggunakan kertas HVS untuk

Merlan Uloli mengakui terobosan yang dilakukan oleh Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri yang merupakan tindaklanjut dari program Dukcapil digital, sangat membantu pemerintah khususnya dalam menghemat anggaran.

 “Ini memang tidak mengurangi maknanya dan menghemat. Kalau masih menggunakan blangko untuk kartu keluarga, akte kelahiran , anggaran yang disediakan pemerintah bisa mencapai triliunan rupiah. Tentunya dengan kebijakan pencetakan menggunakan kertas HVS, negara bisa menghemat,” ucapnya.

Untuk mengakses pelayanan ini menurut Merlan Uloli juga tidak rumit. Masyarakat yang ingin mencetak Adminduk bisa datang langsung ke kantor Dukcapil Kota Jayapura atau bisa mengakses langsung secara online.

“Warga tinggal menyiapkan nomor kontak dan emailnya sehingga saat petugas Dukcapil memproses dan melakukan tanda tangan digital, pemohon atau masyarakat bisa menerima notifikasi atau informasi yang diberikan Dukcapil serta PIN kemudian dikirim ke email dan warga bisa melakukan pencetakan secara mandiri,” tambahnya.

Untuk menguji keaslian dokumen yang dicetak secara mandiri menurut Merlan Uloli juga tidak rumit. Isntansi yang ingin mengujinya bisa menggunakan smartphone untuk memindai kode QR yang tertera pada dokumen. “Jika dokumen asli akan tercentang warna hijau dan tertulis dokumen asli,” pungkasnya. (dil/nat)

  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *