DPRP-MRP Harus Satu Suara Soal  Penyusunan Draft Otsus Jilid II

Thomas Sondegau ((Gamel Cepos))

JAYAPURA – Ketua Pansus Otonomi Khusus, Thomas Sondegau mengakui jika saat ini proses  persiapan untuk penyusunan draf Otsus jilid II terbilang terlambat. Semua tak lepas dari situasi covid 19 yang memakan waktu hampir 4 bulan. Padahal sejak Januari seharusnya pemerintah provinsi mulai mempersiapkan apa saja yang harus digodok dan disepakati. Surat penyampaian dari pemerintah pusat ini sendiri telah diterima oleh DPRP Papua namun baru akan dimulai bulan ini.

Thomas sendiri setelah ditunjuk sebagai Ketua Pansus baru saja menerima SK sehingga untuk memulainya juga terlambat. “Kondisinya seperti itu,  kita sudah terlambat sebab seharusnya sudah dimulai jauh jauh  hari namun kami baru akan memulai,” kata  Thomas di kantor DPRP, Selasa (7/7) kemarin.  Diskusi internal akan dimulai dengan melibatkan 17 anggota DPRP plus tenaga ahli. Setelah internal dewan selesai, Pansus akan lanjut melakukan pertemuan dengan MRP dan ini harus satu pikiran.

“Setelah dari Papua selesai kami akan mengundang teman – teman di DPR serta MRP Papua Barat  untuk menyatukan pemahaman aspirasi seperti apa yang akan dibawa ke pemerintah pusat,” jelasnya. Disinggung soal garis besar asprirasi, kata Thomas aspek yang akan disepakati tak lepas dari semangat pembangunan dalam Otsus itu sendiri.

“Kalaupun ada aspirasi merdeka kami juga akan terima dan membahas, apa saja yang diinginkan dan pemerintah perlu tahu. Ini juga akan berkaitan dengan kewenangan sebab selama ini banyak uang yang digelontorkan namun kewenangan tak diberikan sepenuhnya, masih seperti keinginan Jakarta,” pungkasnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *