Tangani Covid-19, Terapkan Isolasi Mandiri

Penyemprotan desinfektan untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Jayapura, Senin, (6/7). (Robert Cepos)

SENTANI-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mulai memberlakukan kebijakan perawatan pasien Covid-19 secara mandiri di rumah, di bawah pengawasan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jayapura.

” Ada 11 pasien yang sudah menjalani isolasi mandiri di rumah dengan pengawasan yang ketat dari tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Jayapura,” kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si  di Kantor Bupati Jayapura, Senin (6/7).

Dia mengatakan, pemerintah sengaja menerapkan isolasi mandiri bagi pasien tersebut karena keterbatasan fasilitas rumah aakit. Dari 11 yang dirawat, enam pasien  diantaranya sudah dinyatakan sembuh. Meski menjalani isolasi mandiri, para pasien ini tetap mendapat pelayanan kesehatan dan pengawasan dari tim medis setiap hari.

Proses penyembuhan pasien yang menjalani isolasi mandiri ini terbukti lebih cepat ketimbang di rumah sakit.

“Tapi di bwaah pengawasan, tim tetap kontrol dengan upaya pengobatan, tapi tempatnya di rumah, pelayanan tetap jalan sesuai standar oleh petugas, supaya suasana isolasi itu mungkin dia lebih suka yang begitu, makananya, ada keluarga yang perhatikan, ini yang mungkin kita kembagnkan, supaya RT/RWikut mengawasi dan mengontrol, mungkin dengan cara ini lebih cepat proses penyembuhannya, ketimbang di rumah sakit,”paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Khairul Lie menyatakan,  11 pasien yang menjalani isolasi mandiri itu adalah Orang Tanpa Gejala (OTG) yang positif Covid-19. Meski begitu, pihaknya tetap menjaga agar tidak terjadi penularan di lingkungan tempat tinggal pasien tersebut. Lanjutnya, sebelum menentukan pasien bisa menjalani isolasi mandiri, pihaknya terlebih dahulu melihat kondisi rumah dan tingkat kepatuhan anggota keluarganya terhadap protokol kesehatan.

“Kita jaga agar tidak terjadi penularan di lingkungan tersebut. Makanya pasien dan keluarganya harus taat protokol isolasi.  Anggota keluarga kita beri tahu caranya bagaimana, ada petugas kita yang ajarkan,”jelasnya. Misalnya di kamar sendiri, alat mandi dan makan sendiri, diberikan pemahaman ke keluarganya tentang bagaiman cara disinfektan di rumah, petugas pantau setiap hari melalui video call, mereka video call, tanyakan keluhana dan diingatkan minum obat dan lainnya,” beber Khairul.

Menurut Khairul, saat ini sekitar 80 persen pasien positif Covid-19 di Kabupaten Jayapura adalah OTG. Jika mereka semuanya bisa menjalani isolasi mandiri, tentu beban rumah aakit akan berkurang  dan bisa lebih fokus untuk menangani pasien Covid dengan gejala sedang atau berat. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *