Pemangkasan Eselon Ditarget Rampung Akhir Tahun

JAKARTA, Jawa Pos – Proses pemangkasan eselon masih terus dilakukan. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) menargetkan perampingan birokrasi itu rampung pada akhir tahun ini.

Target pemangkasan eselon aparatur sipil negara (ASN) itu disampaikan Menpan RB Tjahjo Kumolo saat rapat kerja dengan Komisi II di Kompleks Parlemen, Senayan kemarin (6/7). “Kami sudah dua kali rapat dengan wapres soal penyederhanaan birokrasi, ” terang dia.

Menurut dia, per Juni, proses perampingan eselon sudah mencapai 60 persen. Melihat perkembangan itu, semua tim reformasi birokrasi sepakat untuk menargetkan pemangkasan eselon akan selesai pada akhir 2020. Walaupun ada pandemi Covid-19, pihaknya yakin pada Desember mendatang,  pemangkasan eselon akan selesai.

Setelah semua selesai, kata mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) itu, pihaknya akan mengatur beberapa hal yang berkaitan dengan kesejahteraan, pensiun, dan penyederhanaan birokrasi lainnya.  Tjahjo mengatakan, pihaknya akan berusaha mewujudkan visi-misi presiden lima tahun ke depan. “Reformasi birokrasi adalah salah satu visi Presiden Jokowi,” terang dia.

Politikus PDIP itu mengatakan, jumlah PSN  per Juni sebanyak 4.286.918. Dari jumlah itu, pejabat eselon III sebanyak 98 ribu orang, eselon IV sebanyak 27 ribu orang, dan pejabat eselon V sebanyak 14 ribu personel.

Tjahjo mengatakan, pihaknya sudah menetapkan mekanisme pengalihan jabatan. Pertama, sudah dilakukan identifikasi jabatan administrasi, pemataan pejabat yang terdampak, pemetaan jabatan fungsional yang akan diduduki pejabat yang terdampak,  kemudian penyelarasan tunjangan jabatan fungsional dengan tunjangan jabatan administrasi. “Serta penyelasaran kelas jabatan fungsional dengan jabatan administrasi,” tutur dia.

Mantan anggota DPR itu mengatakan, pihaknya juga sudah menghitung kebutuhan anggaran untuk perampingan eselon. Menurut Tjahjo, jika pemangkasan itu selesai akhir tahun, maka pada tahun depan dibutuhkan anggaran untuk jabatan fungsional yang sebelumnya eselon III, IV dan V sekitar Rp 5,3 triliun.  “Jabatan fungsional malah lebih tinggi gajinya,” ungkap dia.

Seperti diketahui bahwa pemangkasan birokrasi dilakukan terhadap pejabat struktural eselon III, Eselon IV, dan Eselon V yang beralih ke jabatan fungsional.

Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengatakan, program perampingan birokrasi sedang berjalan. Komisinya akan terus melakukan pengawasan terhadap program tersebut. Setiap rapat dengan Kemenpan RB, pihaknya selalu menanyakan progresnya. “Selalu kami evaluasi,” papar dia.

Dari pembahasan dan evaluasi yang dilakukan, kata politikus Partai Golkar itu, tidak ada kendala yang berarti. Sebab, pemerintah sudah membuat sistem yang cukup baik, sehingga sampai sekarang berjalan sesuai rencana. Dampak negatifnya juga sudah diantisipasi.

Doli berharap, perampingan birokrasi itu bisa selesai sesuai dengan target, yaitu akhir Desember nanti. Pihaknya mendukung program yang dijanangkan Presiden Jokowi di periode kedua kepemimpinannya. “Semoga targetnya bisa tercapai. Desember selesai,” tandasnya saat ditemui usai rapat kemarin. (lum/JPG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *